Diproteksi: [GUEST BLOG] Materi Dasar Fotografi

Standar

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Iklan

[GUEST BLOG] Tips Aman dan Nyaman Menggunakan Kereta KRL CommuterLine

Comments 7 Standar

Ini adalah guest post dari Susi Lestari, aktivis kampus yang aktif di forum penulis kampus dan mahasiswa jurusan Politik dan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Semarang. Aku bekerjasama dengan Susi dan tiga penulis novel Elex Media dalam proyek novel romance ETERNAL FLAME.

11885096_408966779303036_6890251042591477382_n

Copyright by Komik Beni & Mice (not me!)

Seperti jodoh, yang meski jauh, suatu hari pasti akan bertemu. Begitulah, perjumpaanku dengan empat partner nulis keroyokan pada event Elex Media Komputindo. Dipertemukan pada hari valentine – biasanya indah kalau dilengkapi sebatang coklat dan seuntai mawar merah, maka valentine 2015, mengenal kalian menjadi bagian luar biasa dalam hidupku. Mba Key, Mba Naya, Mba Dhean, dan Nui. I miss u.

Di proyek novel ini, kebetulan aku jadi sutradara “Satria” yang berprofesi sebagai Walka. Walka? What is it? Tenang saja. Walka bukan nama sejenis makanan ringan apalagi merk kosmetik. Jadi, tokoh yang kusutradarai ini adalah pelindung kalian kalau lagi naik kereta. Hayo, siapa yang belum pernah naik kereta? Kalau aku sih, kereta adalah moda transportasi paling nyaman buat melancong. Kalau kalian pernah lihat abang-abang berseragam yang nunguin atau patroli di gerbong, berarti kalian sudah pernah bertemu seorang Walka.

Di novel kami, ETERNAL FLAME, pada bagian Satria banyak banget ngasih pengetahuan kalian tentang kereta dan saudara-saudaranya. Nah, berhubung kali ini aku diminta dengan paksa*, upps sukarela, untuk ngisi guest post di blognya Mba Naya, so, aku bakal ngasih beberapa tips aman buat para pengguna setia CommuterLine (rute Bekasi – Jakarta). Follow me!

Tips pertama, naik kereta emang asyik banget, ya. Apalagi kalau ada AC-nya. Dingan-dingin gimana gitu. Tapi, musti kalian ingat, di gerbong kereta yang ruangnya terbatas serta minim udara segar, ada baiknya selalu memakai masker. Masker ini selain jadi penangkal adanya bau tak sedap dari penumpang lain, juga dapat menghindarkan kalian dari serangan virus-virus menular yang beterbangan di udara sekitar gerbong, seperti virus influensa misalnya.

Hidup di zaman sekarang, adanya gadget memang membantu banget. Komunikasi semakin lancar. Mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat, betul? Nah, bagi kalian yang bepergian menggunakan CommuterLine dan kebetulan sendiran, tidak perlu khawatir.

Tips kedua ini bisa kalian coba. Yups, jadilah gadget addicted. Selama di kereta, kalian bisa lakuin apa pun bersama gadget. Anggap saja teman sendiri. Meskipun rasa-rasanya tidak sendirian, gadget addicted tidak dapat menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan pengguna lainnya.

Dua tips di atas boleh banget kalian coba. Nah, dua tips selanjutnya bisa diterapkan apabila kalian berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan saat naik CommuterLine – berdiri. Pas kebetulan kalian berada di posisi ini – entah itu karena kereta yang lagi sesak atau pas kalian lagi kena ambeyen.

Dalam kondisi penuh sesak, tentunya memaksa kalian buat berdiri terus. Nah, trik buat ngilangan sedikit lelah, misalnya manfaatin bahu dan punggung. Kalian bisa memanfaatin bahu dan punggung kalian sebagai penopang untuk bersandar pada punggung penumpang lain.

Oh, ya, perlu kalian ketahui rahasia umum yang ada di Indonesia – kalau di Jepang, naik kereta jenis apa pun dapat dipastikan aman jaya sentosa. Di Indonesia? Belum tentu. Ada tangan-tangan jahil yang kalau kalian lengah sedikit saja, harta benda yang ada di tas bisa raib, lenyap. Salah satu cara buat antisipasi tangan jahil itu, alih-fungsikan tas punggung yang kalian bawa. Tas punggung digunakan di depan agar menjadi tas dada.

Terakhir, buat antisipasi, posisi berdiri saat naik CommuterLine bukan saja yang sudah disebutkan di atas. Tapi, ada satu lagi. Kalau dari Stasiun Tanah Abang kalian sudah tidak mendapat kursi, siap-siaplah berdiri sampai tujuan yang kalian tujuan.

Nah, sekian tips-tips buat kalian – pengguna setia CommuterLine. Semoga bermanfaat.

 

Catatan Naya: Aku nggak minta paksa kok.. Cuman nodong. Hahaha. Trims tipsnya ya Susi! Ketahuan nih anak kereta.. Kapan-kapan kutodong lagi.. (eh).. Btw, aku juga baru tahu istilah WALKA gara-gara mengerjakan proyek novel Eternal Flame ini, lho. Oh ya.. Kalau kalian suka postingan ini, biasakan jangan lupa komen yaa. Semoga bermanfaat! 😀

[GUEST POST] Mengenal Penyakit Lupus

Comments 3 Standar

Ini adalah guest post dari Nurisya Febrianti, penulis antologi cerpen Buku Oryzaee, pencinta drama Korea, sekaligus pembuat review anime-anime Jepang. Aku bekerjasama dengan Nui dan tiga penulis novel Elex Media dalam proyek novel romance ETERNAL FLAME.

giphy-facebook_s

Copyright by its original owner. (not me!)

Halo! Perkenalkan aku Nurisya Febrianti ^_^

Rekan mba Naya di dunia tulis-menulis yang sama-sama nulis NOVEL ETERNAL FLAME terbitan Elex Media Computindo bareng 3 cewek keren lainnya. Honestly, aku bingung gimana bikin pembukaannya, soooo salam kenal! *kabur sebelum dilempar tomat*

Beberapa hari yang lalu Mba Nay ‘nodong’ teman-teman penulis NOVEL ETERNAL FLAME ini buat bikin blog post. Katanya bebas, tapi aku nggak bisa berkoar soal anime or drama Korea karena itu nggak ada hubungannya sama novel keroyokan kita hehehe jadi, mengikuti saran Naya-sensei yang sudah sangat berpengalaman di field ini, aku milih buat bagi sedikit info soal Lupus.

Apa sih LUPUS itu? Novel karya Hilman Hariwijaya ya?

Bukan!

To be honest, aku bahkan belum pernah baca. Maklum, aku bukan anak #generasi90 hehehe KTP juga baru megang satu tahun *ini curhat, abaikan saja*

So, balik lagi ke topik. Lupus yang aku maksudkan adalah salah satu penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel tubuh sendiri. Penyakit Lupus ini mengakibatkan peradangan dan kerusakan jaringan. Paling umum mempengaruhi kulit, sendi, ginjal, jantung, dan pembuluh darah penderitanya.

Ada 2 penyebab PENYAKIT LUPUS, yakni;

  1. Faktor Internal.
    Disebabkan oleh faktor genetika. Karena itu, penyakit lupus sering diidentikkan dengan penyakit turunan. Fakta menunjukkan bahwa penyakit lupus akan lebih berisiko diidap oleh orang dari beberapa ras, seperti Ras Amerika Afrika, Latin, Ras Asia Pasifik.
  2. Faktor Eksternal.
    Faktor ini terkait dengan gaya hidup dan kondisi manusia. Misalnya, stress berlebihan, penggunaan obat antibiotik seperti amoxilin dan ampicilin, atau sinar ultraviolet matahari dan lampu.

Ada 5 jenis Lupus. Dan jenis yang aku pilih untuk diselami adalah Lupus Eritematosus Sistemik. Alasan aku pilih itu adalah karena jenis ini punya kemungkinan paling kecil untuk terkena efek ruam-ruam pada wajah penderitanya, yang menjadi ciri khas dari penyakit Lupus. Yah, karena biar bagaimanapun, aku masih ABG labil yang nggak rela kalau tokohnya nggak sedap dipandang #doubleplaaak.

Di bawah ini contoh gambar dari ruam akibat PENYAKIT LUPUS, Butterfly Rash :

Copyright by its original owner. (not me!)

Copyright by its original owner. (not me!)

Kebayang kan bakal seserem apa penampakannya? No offense, but we talk about fiction. Ini dunia mimpi dan berhubung mimpinya punyaku, maka pilihanku adalah memilih jenis Lupus yang lebih aman dari risiko terkena ruam itu.

Penyakit Lupus adalah salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Paling banyak menyerang penderitanya pada usia 15-45 tahun. Sebenarnya aku nggak niat ngambil penyakit ini di awal diskusi kelompok dulu. Aku maunya anemia aja, yang gampang dan nggak mematikan. Karena salah satu kebiasaanku adalah malas riset! *dijitak seluruh anggota grup*

Tapiiii karena dapat mandat dari Ketua a.k.a Mba Kristina Yovita (K.Y), akhirnya aku pun menyelami penyakit Lupus ini. Jangan tanya gimana proses risetnya, karena dokter yang kutanya aja melambaikan tangan pada kamera.. XD

Nah, kalian penasaran kan gimana kehidupan salah satu tokoh di NOVEL ETERNAL FLAME yang mengidap penyakit ini?

Apa ‘dia’ bisa bertahan? Apa ‘dia’ akan menemukan cinta sejatinya dan hidup bahagia selama-lamanya..?

Okay, daripada aku makin lebay lalu naik tingkat jadi alay, lebih baik aku undur diri. Terima kasih sudah membaca postingan nano-nano ini. Semoga Mba Nay akan membiarkan aku menulis postingan lain terkait tokoh kesayanganku ini huhuhu aku mau menceritakan tentang dirinya~~ #tsaaah

Buat yang mau ngerusuh lebih jauh sama aku, entah soal novel/film/drama/anime bisa contact aku di

FB : Nurisya Febrianti atau
Twitter dan Instagram : nuifebrianti atau
Blog pribadiku : justwrite-nui.blogspot.com

Kebetulan, aku bakal bikin review soal drama Mask, yang dibintangi oleh Joo Ji Hoon dan Soo Ae. Genrenya melodrama dan ceritanya sudah pasti berpusat pada money-money-money~

photo595990

Copyright by its original owner. (not me!)

Ini mah drama ahjumma!

Iya, bener! Makanya agak syok kan aku bisa suka? Secara kemarin baru guling-guling karena nonton School 2015 : Who Are You tiba-tiba banting setir ke drama gituan. Yah, sodara-sodara, inilah salah satu efek dari kelamaan mojok di rumah. Dan jones. *oke abaikan yang terakhir* Soal penyakitnya di drama Mask ada, yaitu OCD (Obsessive Compulsive Disorder). Nggak nyambung sama Lupus sih, tapi ya sudahlah, yang mau tahu lengkapnya soal penyakit Lupus baca di NOVEL ETERNAL FLAME aja nanti ya! 😀

Alasan aku tertarik sama drama Mask, karena… Joo Ji Hoon ganteng seiring berjalannya cerita wkwkwk eh itu mah emang takdir pemeran utama ya? Enggak, pokoknya yang mau tahu meluncur aja ke blogku ya : justwrite-nui.blogspot.com

Kamsahamnidaaaa ^_^

 

Catatan Naya: Gambar LUPUS yang di sini bikin aku merinding disko. Pas aku googling gambar lain dan muncul hasil pencariannya, aku langsung pingsan. +_+ Wew. Serem-serem banget ternyata x(( Anyway… Thanks a lot Nui! Maybe next time bisa isi guest blog di sini tentang anime dan drama Korea *yeaay! asiik… 😀 Oh ya.. Kalau kalian suka postingan ini, biasakan jangan lupa komen yaa. Semoga bermanfaat! 😀