23 – Pengakuan (5)

Comments 59 Standar

Akhirnya.

The Lady Witches membuka pintu ruang inap 308. Mereka harus menunggu dua hari untuk bisa memberikan kunjungan, berdasarkan rekomendasi dokter dan Lily Light sendiri, meskipun Julie telah sadarkan diri kemarin. Jessie, Kayla, Cathy, Lucy, Cassandra, mereka berlima masuk ke ruangan itu, sementara Richard–Richard tidak berani masuk. Nick ikut menunggu di luar kamar untuk menemani Richard.

Jessie menyapa. “Julie.”

Gadis itu terlihat sangat lemah dan wajahnya pucat. Tubuhnya terkulai tak bergerak, berbalut gips di kaki kanan dan lingkaran perban di kepalanya. Siku tangannya penuh luka lecet. Tangan kanannya dipasangi infus, sementara pergelangan tangan kirinya yang mengalami luka bakar itu telah dibalut oleh perban putih.

“Bagaimana keadaanmu?” Kayla berkata pelan-pelan, tampak khawatir.

“Dia baik-baik saja, anak-anak,” kata Mrs. Light. “Hanya tiga rusuk patah, kaki kanannya patah, dan sedikit retak di kepala. Dia akan baik-baik saja.”

“Aku,” Cathy berusaha sekuat tenaga mengucapkan ini sebelum tangisnya pecah. “Aku,” ia menarik napas dalam-dalam. Dadanya naik turun sangat cepat. Napasnya pendek-pendek.

Cathy mengeraskan rahangnya, meskipun bibirnya mengerucut dan mengeriting. Keberaniannya muncul bersamaan dengan langkah kakinya bergerak maju mendekat ke arah Julie.

“Aku–minta maaf, Julie. Aku sudah bersikap terlalu jahat padamu. Aku tahu aku tak pantas mendapatkan maaf darimu, tapi.. maafkan aku,” Cathy menunduk. “Selama ini aku sudah jadi orang yang sangat egois. Aku sangat egois padamu, Julie. Aku tahu. Aku cemburu padamu, cemburu pada semua yang kau miliki. Tanpa menyadari bahwa kau adalah sahabat terbaik yang pernah kumiliki. Bahkan kau rela mengorbankan nyawamu untuk menyelamatkanku.”

Cathy memandangi Julie dengan bibir bergetar hebat. Kedua bola matanya sudah panas, dadanya pun terasa panas dan sesak, emosinya mulai tidak terkontrol.

“Terima kasih karena telah menolongku dari Emma, terima kasih telah menyelamatkanku dari kecelakaan ini. Terima kasih atas semua kebaikan yang berikan padaku, Julie. Terima kasih banyak,” suara Cathy kembali bergetar. “Kumohon maafkanlah aku, orang yang sangat hina ini, dan apa pun yang kau inginkan, Julie, apa pun, katakanlah. Aku akan melakukan semuanya untukmu. Aku akan menebus semua kesalahanku ini. Tamparlah aku. Hukumlah aku, Julie. Aku pantas mendapatkan semua itu. Aku,” Cathy menarik napas dalam-dalam, “ingin menjadi sahabatmu lagi.”

Julie menatap dengan wajah kosong.

“Kau siapa?”

Mereka tercengang.

Jessie menatap sangsi. “Tidak lucu, Julie.”

Cathy mundur, sementara gadis-gadis yang lain bergerak maju menghampirinya.

“Siapa orang-orang ini, Mom?” kata Julie dengan suara lemah. Lily tersenyum, “Mereka teman-temanmu, Sayang.”

“Mrs.Light? Apa yang terjadi?” tanya Kayla dengan panik.

“Gegar otak ringan, dokter bilang benturan di kepalanya membuat ia amnesia sebagian,” kata Lily. “Maafkan aku, anak-anak, tapi sepertinya dia tidak bisa mengingat kalian. Ada bagian tertentu dari alam bawah sadarnya yang tidak ingin mengingat kalian.”

Jessie tertawa skeptis. “Julie, tidak lucu.”

Gadis itu tidak merespon. Pandangan matanya kembali kosong, lalu ia menggeser pandangannya ke arah jendela. Tubuhnya masih sama lemahnya seperti saat mereka membawanya ke rumah sakit.

“Bagaimana ini?”

Cassandra dan Lucy saling berpandangan, tidak percaya apa yang mereka saksikan. Gadis-gadis itu sekarang seperti kebakaran jenggot. Cassandra menatap Kayla dengan panik, setengah berbisik. “Kayla.”

Cathy mulai beraksi dramatis. Air mata yang ditahannya dari tadi, tiba-tiba tumpah membabi buta. Tubuhnya berguncang dan hampir terjatuh, untung saja Kayla segera menangkapnya. Gadis itu sekarang menangis sejadi-jadinya. Gadis-gadis yang lain ikut merangkulnya, mulai terlarut dalam kesedihan.

Jessie masih menatap Julie.

Julie terlihat pucat, tidak sedikit pun menghiraukan keberadaan mereka. Matanya yang sayu mulai menutup perlahan-lahan. Jessie menatap perban yang terbalut di kepalanya dan bertanya pada dirinya sendiri, benarkah sahabatnya ini terkena amnesia? Benarkah ia tidak ingat siapa mereka?

Julie mulai tertidur. Jesie masih menatapnya dengan seksama. Goresan luka lecet panjang di pipi kiri gadis itu, akibat bergesekan dengan aspal, membuat Jessie mulai mempercayai apa yang dia lihat. Sampai akhirnya seutas senyum tipis yang ditahan bertengger di bibir Julie.

“ANAK SAPI!” Jessie mengamuk. “Jangan senyum-senyum! Aku tahu kau pura-pura! Kurang ajar!”

Tawa Julie meledak. Gadis itu tidak bisa menahannya lagi.

Jessie langsung mencubit kaki Julie, yang membuat gadis itu berteriak kesakitan. Gadis-gadis The Lady Witches yang lain terkejut. Lily ikut-ikutan tertawa.

“Mrs.Light!” gerutu Kayla.

“Kapan lagi aku punya kesempatan seperti ini,” kata Lily sambil cekikikan geli, “dari dulu aku ingin sekali mempraktekkan adegan amnesia seperti di telenovela. Julie, kau payah! Aku bisa berakting lebih bagus daripadamu.”

“Aku jenius, Mom. Akuilah itu.”

Julie tidak bisa berhenti tertawa. Kedua ibu dan anak ini, kelakuan mereka berdua sama saja.

Gadis-gadis itu mulai merengut, tapi tidak ada yang lebih kesal daripada Cathy. Cathy itu mengamuk lebih parah daripada Jessie. Air mata langsung dihapusnya cepat-cepat, suaranya menggeram rendah seperti singa marah. Sementara itu, Lucy dan Cassandra tidak bisa menahan senyum mereka.

“Julie, kau akan membayar semua ini,” kata Jessie.

“Kau ingin aku membayarnya dalam dolar–atau rupee, Jess?” Julie menggumam.

“SAPI!!”

Kalau saja anak itu tidak terbaring di sana, Jessie pasti sudah melempar kepalanya dengan sepatu.

Beberapa puluh detik kemudian, tawa Julie mulai mereda. Ia meringis kesakitan sambil memegang dadanya. “Akh, Mom, sakit.”

“Mom! Lakukan sesuatu! Aduh!”

Julie sekarang benar-benar terlihat menderita. Ia mengeluh kesakitan, tidak bisa lagi menikmati wajah murka Cathy, apalagi Jessie yang ingin menyiksanya habis-habisan.

Lily mendesah panjang. Tiga rusuk patah, wajar saja kalau salah satu di antara tulang rusuk itu melukainya lagi, kalau dia tertawa seberlebih-lebihan itu.

“Julie,” omel Lily. “Aku setuju dengan rencana amnesia ini asalkan kau bisa mengontrol ritme tertawamu, Julie. Kita sudah sepakat, kan?”

Julie mengerang frustasi.

Lily menekan tombol emergensi lalu berbicara dengan hati-hati pada gadis-gadis itu.

“Maaf anak-anak, sepertinya kalian harus keluar sekarang. Aku baru saja memanggil perawat. Dan kalau perawat menyeramkan itu melihat kalian, dia bisa memarahi kalian seperti aku kemarin,” kata Lily. “Cepat! Cepat, nanti kalian bisa masuk lagi kalau perawatnya sudah pergi. Sebelum itu, menjauhlah sejauh-jauhnya, agar dia tidak mencurigai aktivitas kita.”

Kayla mengangguk.

Jessie menolak pergi karena ia tidak akan membiarkan gadis menjengkelkan itu dan ibunya membodohi mereka sekali lagi. Cathy, lebih-lebih, seperti kucing basah yang siap menerkam. Lucy dan Cassandra saling berpandangan, tidak tahu siapa yang bisa mereka percaya.

“Kali ini dia tidak pura-pura,” kata Kayla, memberikan isyarat.

Gadis-gadis itu keluar dari ruangan, disambut oleh Nick dan Richard yang khawatir. Tak beberapa lama kemudian, dua orang perawat berlari tergesa-gesa dan memasuki ruangan itu. Kehadiran mereka dan keluarnya gadis-gadis itu membuat kedua anak laki-laki ini panik.

“Apa yang terjadi??” tanya Nick.

“Kau tidak akan percaya apa yang terjadi,” kata Cassandra.

“Aku sudah menangis habis-habisan untuknya, dan dia pura-pura amnesia. JULIE!” Suara Cathy melengking tinggi, terlihat murka.

“Sekarang dadanya kesakitan karena terlalu banyak tertawa,” sambung Lucy. “Itulah sebabnya Mrs.Light memanggil perawat.”

“Amnesia?”

Nick melongo. Sekejap kemudian, dia terbahak-bahak.

Jessie menggeram kesal, merasa dipermalukan. “Kita sudah khawatir setengah mati padanya, Nick.. tapi dia malah bermain-main. Tadinya kuharap benturan di kepalanya bisa membuatnya jadi lebih waras. Tapi sekarang dia ternyata masih sama gilanya. SAPI!! Akan kucincang dia habis-habisan.”

Kayla tersenyum simpul. “Lihatlah sisi baiknya, Teman-teman. Dia sudah kembali seperti semula.”

“Dan kalau dipikir-pikir, kejadian tadi lucu juga,” timpal Cassandra geli.

Jessie melotot. Meskipun dalam hati ia mengakui perkataan mereka ada benarnya, tapi tetap tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya. Ia melirik ke arah Cathy, yang saat ini sedang sama-sama shock seperti dirinya. Dia bergumam ketus pada Cathy, “Sekarang aku paham kenapa kau benci sekali pada Julie, Cath. Anak itu memang kurang ajar.”

Gadis-gadis itu cekikikan.

Beberapa menit kemudian, dua perawat itu keluar dari kamar inap Julie. Mereka menekuk cemberut, sama persis seperti ekspresi wajah Jessie dan Cathy saat keluar dari ruangan itu tadi.

“Siapa yang telah membuatnya tertawa?” kata salah seorang dari mereka dengan kening mengkerut dan intonasi galak. “Kemarin juga seperti ini! Saat diberi peringatan, dia malah berkelakar kalau tertawa sangat baik untuk kesehatan. Kalau begini terus, bisa-bisa kunjungan tamu kami hentikan, khusus untuk pasien kamar 308!”

“Apakah dia baik-baik saja?” tanya Richard.

Pertanyaan dari Richard telah mengubah ekspresi kedua perawat itu. Kemarahan mereka langsung menguap, digantikan senyum ramah dan pipi yang bersemu malu-malu.

“Iya, dia baik-baik saja kok,” kata perawat yang satu lagi dengan nada lebih lembut. “Tulang rusuknya belum pulih benar. Jangan buat dia tertawa lagi, ya? Kalau patahan rusuknya terbuka lagi, nanti bisa melukai paru-parunya.”

“Apakah kami tidak boleh mengunjunginya?” kata Richard perlahan.

“Tidak, tidak! Tentu saja boleh! Hanya saja–seperti yang kami bilang tadi, kau harus hati-hati. Kau bisa datang ke sini setiap hari. Ruanganku–” perawat yang satu lagu menyenggolnya dengan keras, “eh–ruangan kami, ada di ujung sana. Kau boleh berkunjung lagi, ehm–aku bertugas jaga tiap hari Sabtu dan Minggu.”

“Baiklah. Terima kasih,” kata Richard sambil tersenyum.

Kedua perawat itu pergi meninggalkan mereka dengan seringai bahagia yang terbingkai lebar di wajah dan hati yang berbunga-bunga. Hanya satu kalimat sederhana saja dari Richard bisa menghindarkan mereka dari marabahaya. Nick menyaksikan kejadian itu sambil terkagum-kagum. “Luar biasa.”

Setelah perawat itu berlalu, gadis-gadis itu kembali bergemuruh. Sekarang Julie sudah sendirian lagi–berdua dengan Lily–tapi mereka masih berdebat tentang apa yang harus mereka lakukan setelah ini.

“Kita harus membalasnya,” kata Jessie pada Cathy.

“Tenang saja, aku akan membuat dia tidak berkutik,” kata Cathy sambil tersenyum penuh arti. Ia menarik tangan Richard lalu menyeretnya masuk ke dalam kamar itu. Richard terkejut dan mencoba untuk mengelak, tapi Cathy mendesis, “Kau sudah berjanji akan mengabulkan permintaanku, Richard.”

Lily menyambut kedatangan mereka berdua dengan sangat baik. Gadis tercantik teman Julie favoritnya dan seorang anak laki-laki yang sangat familiar di matanya. Anak laki-laki pembuat puisi koran sekolah, dia yang hanya diam saja menunggui Julie di luar sejak kemarin. “Oh. Hai, Ms.Pierre, dan ini–”

“Richard,” jawab Cathy. “Mrs.Light. Maaf aku–”

“Oh, silakan. Silakan. Aku hanya akan duduk manis dan menonton saja,” kata Lily dengan cepat, memberi isyarat kalau ia akan menutup mulutnya, seolah tahu apa yang akan Cathy katakan.

Lily lalu mengambil bangku, duduk dengan pose terbaik, sambil berkonsentrasi menikmati pertunjukan. “Anggap saja aku tidak ada di sini.”

Richard berdiri kaku seperti patung saat ia melihat Julie terbaring di atas tempat tidurnya saat itu. Mata birunya memandang mata hijau Julie yang melotot kaget. Pintu kesempatan itu akhirnya terbuka dan bertemulah mereka. Julie dan Richard, dua orang yang saling menghindar dan mengingkari perasaan mereka satu sama lain.

Julie hampir saja memuntahkan isi infusnya, kalau saja hal itu benar-benar bisa terjadi.

“Anggap saja aku sudah merestui kalian, dan karena Julie tadi sudah membuatku gusar, kurasa aku harus melakukan ini,” Cathy menarik tangan Richard dan mengarahkannya ke tangan Julie dengan perlahan, memastikan kalau tangan mereka berdua akhirnya saling bergenggaman.

“Richard, nyatakanlah perasaanmu sekarang,” kata Cathy dengan nada memaksa. Lima belas detik berlalu, masih tak sepatah kata pun keluar dari bibir anak laki-laki itu. Cathy bergumam protes. “RICHAARD.”

Jantung Richard berdegup sangat cepat. Tangan gadis itu terasa lembut dalam genggamannya. Napasnya panas dan berkejar-kejaran saat ia mengangkat kepalanya untuk memandang gadis itu.

“Julie,” suaranya serak, “aku–”

Sengatan listrik di tangan Julie membuat gadis itu kehilangan kendali atas kedua kakinya. Ia percaya bahwa kedua kakinya sudah mencair dan bermutasi menjadi lendir. Julie.. mungkin sudah tidak bisa menjadi manusia.

Je t’aime, Julie,” kata Richard akhirnya. Ia menggenggam tangan Julie lebih erat, dan sekarang memantapkan postur tubuhnya, menghadap ke arah Lily dengan sangat sopan. “Mrs.Light. Bolehkah aku meminta izinmu untuk membuat Julie menjadi kekasihku? Aku mencintainya dengan segenap jiwaku.”

Lily terkejut saat namanya dipanggil. Ia menyengir lebar. “Tentu saja.”

Cathy mendelik.

“Apa? Kenapa kau malah minta izin pada ibunya, Richard?! Ini memang romantis, tapi…. oh!!” Cathy tak kuasa mengendalikan gaya dramatisnya saat memperagakan hal ini. “Richard, katakan langsung pada Julie! Katakan JULIE, AKU MENCINTAIMU! MAUKAH KAU JADI PACARKU??”

“Karena dia tidak akan menjawabnya,” kata Richard lemah, mengingat penolakan Julie waktu itu.

“Mau,” jawab Julie cepat. Ia membuang mukanya pura-pura tidak melihat.

“Apa?” Richard tertegun.

“Aku mau.”

Kepala-kepala yang mengintip di sela pintu kamar yang setengah terbuka itu pun langsung meneriakkan suara, “YES!!”

Iklan

59 thoughts on “23 – Pengakuan (5)

  1. Kyaaaaaaaaaaaa, akhirnya akhirnyaaaaa.. duh abis baca ini jadi melonjak kegirangan gara2 bahagia krna Julie&Richard saling jujur ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜œ

  2. Yeeeeey….. horeeee.. horasss…. alhamdulilllahhh…. akhirnya julie si sapi mau jg jujur sm perasaannya mski malu malu tp itu yg bikin greget dan ditunggu.

    Nggk bisa ngomong apa apa, keren dan makin penasaran. Awalnya aku down stelah baca julie amnesia, basi bgt ceritanya… tp smakin dibaca makin seru, Kaget nggk nyangka trnyata cuman ulah julie sm mrs light yg asli kocak bgt ide amnesia nya. Dan.. salut bgt sm julie, dia bisa nyiptain yg harusnya suasananya sedih krn ucapan maaf dr cathy mnjadi suasana yg bener2 ceria sprt nggk prnh trjd apa2, sifat julie bgt.

    Cuma 1 yg sy tanyakan, kok nggak terdengar ayahnya julie sama sekali ya?

    Sy tunggu lanjutan ceritanya… klau bisa dibikin lebih panjang lagi tiap part nya, jangan trlalu tergesa gesa saat mau ending, mengalir sj biar pembaca puass… sayang kan cerita udh bagus tp jadi jelek krn kecepetan alur di endingnya.

    • Oh… Itu….. Si Ethan Light lagi pergi beli Aqua di Alfamart… ๐Ÿ˜€ hehehe

      Sip2. Sebenarnya tinggal 1 bab lagi. Mudah-mudahan tidak mengecewakan yaa.. ๐Ÿ˜€
      Ditunggu ya! ๐Ÿ˜‰


      launching-yesterdayinbandung

      Jangan lupa, tanggal 14 FEBRUARIย 2016 ini, jam 11 siang di AULA GRAMEDIA MATRAMAN…. kalian bisa ketemu aku, 9 penulis Elex, dan Jenny T. Faurine sang penulis best seller #1 Elex Media, di acara launching novel kolaborasiku ETERNAL FLAME“.

      Kalian juga bisa hunting tanda tangan, karena 10 penulis yang berasal dari berbagai kota ini akan hadir semuanya, LENGKAP!

      Oh yaa… Nanti di sana ada PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA DAN KUIS JUGA. YANG MAU IKUT LOMBANYA, KLIK DI SINI YAA.

      Sampai ketemu di Gramedia Matraman! ๐Ÿ˜‰

      1866450-130525000143

  3. Hahahha, dasar julie gokiell. Udah sakitt begitu, masih aja usil. Kalo gue jadi jessie, gue bakalan pencett idungnya biar gepeng. Idenya udahh kebangetan ini. Thanks dech buat mbak Naya, cerita yang bermutu dan nggak garing. Ditunggu kelanjutannya ๐Ÿ˜€

    • Sama-sama Eva ๐Ÿ˜€
      Ditunggu update bab terakhir yaa! ๐Ÿ˜‰


      launching-yesterdayinbandung

      Jangan lupa, tanggal 14 FEBRUARIย 2016 ini, jam 11 siang di AULA GRAMEDIA MATRAMAN…. kalian bisa ketemu aku, 9 penulis Elex, dan Jenny T. Faurine sang penulis best seller #1 Elex Media, di acara launching novel kolaborasiku ETERNAL FLAME“.

      Kalian juga bisa hunting tanda tangan, karena 10 penulis yang berasal dari berbagai kota ini akan hadir semuanya, LENGKAP!

      Oh yaa… Nanti di sana ada PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA DAN KUIS JUGA. YANG MAU IKUT LOMBANYA, KLIK DI SINI YAA.

      Sampai ketemu di Gramedia Matraman! ๐Ÿ˜‰

      1866450-130525000143

    • Hehehe tinggal 1 bab lagi Nia… ๐Ÿ˜€
      Ditunggu ya! ๐Ÿ˜‰


      launching-yesterdayinbandung

      Jangan lupa, tanggal 14 FEBRUARIย 2016 ini, jam 11 siang di AULA GRAMEDIA MATRAMAN…. kalian bisa ketemu aku, 9 penulis Elex, dan Jenny T. Faurine sang penulis best seller #1 Elex Media, di acara launching novel kolaborasiku ETERNAL FLAME“.

      Kalian juga bisa hunting tanda tangan, karena 10 penulis yang berasal dari berbagai kota ini akan hadir semuanya, LENGKAP!

      Oh yaa… Nanti di sana ada PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA DAN KUIS JUGA. YANG MAU IKUT LOMBANYA, KLIK DI SINI YAA.

      Sampai ketemu di Gramedia Matraman! ๐Ÿ˜‰

      1866450-130525000143

  4. Dan julie terbangun dari mimpi panjangnya.. Semua itu hanya mimpi. Hahaa plissss jangan bikin itu semua cuma mimpi!! Plissssss

    • Ini persis yang kupikirin waktu nungguin terbitnya novel Harry Potter 7. Ternyata semuanya hanya mimpi…Hahaha


      launching-yesterdayinbandung

      Jangan lupa, tanggal 14 FEBRUARIย 2016 ini, jam 11 siang di AULA GRAMEDIA MATRAMAN…. kalian bisa ketemu aku, 9 penulis Elex, dan Jenny T. Faurine sang penulis best seller #1 Elex Media, di acara launching novel kolaborasiku ETERNAL FLAME“.

      Kalian juga bisa hunting tanda tangan, karena 10 penulis yang berasal dari berbagai kota ini akan hadir semuanya, LENGKAP!

      Oh yaa… Nanti di sana ada PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA DAN KUIS JUGA. YANG MAU IKUT LOMBANYA, KLIK DI SINI YAA.

      Sampai ketemu di Gramedia Matraman! ๐Ÿ˜‰

      1866450-130525000143

  5. Epilognya?

    tadinya aku sempet agak gimana gitu pas bagian julie pura2 amnesia. tapi akhirnya… taraa! ow-ow-ow, kakak emang paling top BGT deh! ๐Ÿ˜€

    • Hahaha.. Jadi ingat, pas di bab 22 Part 6, ada Hime Chan yang pernah komentar soal isu2 amnesia… wkwkwk ๐Ÿ˜›

      Masih ada 1 bab lagi kok, Mimi
      Ditunggu ya! ๐Ÿ˜‰


      launching-yesterdayinbandung

      Jangan lupa, tanggal 14 FEBRUARIย 2016 ini, jam 11 siang di AULA GRAMEDIA MATRAMAN…. kalian bisa ketemu aku, 9 penulis Elex, dan Jenny T. Faurine sang penulis best seller #1 Elex Media, di acara launching novel kolaborasiku ETERNAL FLAME“.

      Kalian juga bisa hunting tanda tangan, karena 10 penulis yang berasal dari berbagai kota ini akan hadir semuanya, LENGKAP!

      Oh yaa… Nanti di sana ada PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA DAN KUIS JUGA. YANG MAU IKUT LOMBANYA, KLIK DI SINI YAA.

      Sampai ketemu di Gramedia Matraman! ๐Ÿ˜‰

      1866450-130525000143

  6. Hoorrraaaayyyyy,, finally, Si Sapi mo jujur sma prasaannya,,
    Sempat trharu waktu Julie amnesia,, tp ternyata wwoooowwww.. bikin ketawa..
    Gx sabar mo baca lanjutnny gimana..
    Jangan lama” ya Kak. ๐Ÿ˜€
    SEMANGAT

  7. Akhirnya kak nayy ๐Ÿ™‚ , asli feel bgt!! kerenn suka bgt, udah panik kalo misalnya julie amnesia beneran. Bagus bgt kak, sukses terus untuk novelnya

    • Hehehe.. Jadi sinetron dong kalo amnesia beneran… Hihihi
      Trims Tri Retna

      Ditunggu kelanjutannya ya! ๐Ÿ˜‰


      launching-yesterdayinbandung

      Jangan lupa, tanggal 14 FEBRUARIย 2016 ini, jam 11 siang di AULA GRAMEDIA MATRAMAN…. kalian bisa ketemu aku, 9 penulis Elex, dan Jenny T. Faurine sang penulis best seller #1 Elex Media, di acara launching novel kolaborasiku ETERNAL FLAME“.

      Kalian juga bisa hunting tanda tangan, karena 10 penulis yang berasal dari berbagai kota ini akan hadir semuanya, LENGKAP!

      Oh yaa… Nanti di sana ada PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA DAN KUIS JUGA. YANG MAU IKUT LOMBANYA, KLIK DI SINI YAA.

      Sampai ketemu di Gramedia Matraman! ๐Ÿ˜‰

      1866450-130525000143

  8. Julie walau sakit otaknya tetep aja sableng. Hahaha. Dan Richad, omaigat, akhirnya diterima ama Julie. semoga Ricard ga ketularan Julie nantinya.

    • Hehehe emang iya.. Kali ini akhirnya sekomplot sama Lily :p
      Nggak tahu deh nasib Richard nanti abis jadian sama Julie… Mudah-mudahan gak ketularan… wkwkwk


      launching-yesterdayinbandung

      Jangan lupa, tanggal 14 FEBRUARIย 2016 ini, jam 11 siang di AULA GRAMEDIA MATRAMAN…. kalian bisa ketemu aku, 9 penulis Elex, dan Jenny T. Faurine sang penulis best seller #1 Elex Media, di acara launching novel kolaborasiku ETERNAL FLAME“.

      Kalian juga bisa hunting tanda tangan, karena 10 penulis yang berasal dari berbagai kota ini akan hadir semuanya, LENGKAP!

      Oh yaa… Nanti di sana ada PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA DAN KUIS JUGA. YANG MAU IKUT LOMBANYA, KLIK DI SINI YAA.

      Sampai ketemu di Gramedia Matraman! ๐Ÿ˜‰

      1866450-130525000143

  9. kyaaa…thats sweet kak Nay , tak terduga walaupun di rumah sakit , tapi scene romantis nya kerasa banget , pake acara minta restu sekalian lagi , gimana nggak kegirangan XD
    ditunggu scene romantisnya yang lebih romantis the Rich Art and the Light kak ๐Ÿ™‚ Fighting ๐Ÿ™‚

  10. Omg xD finally updates #kyaaaaaa (teriak histeris)
    Finally, akhirnya Richard & Julie bisa bersama juga ></ bakal ditunggu dan dipantengin terus blog nya ce Naya buat ngeliat update nya hahaha.

    • Siaaap!! ๐Ÿ˜€
      Omelin aja terus biar cepet di-update.. Hihihi..


      launching-yesterdayinbandung

      Jangan lupa, tanggal 14 FEBRUARIย 2016 ini, jam 11 siang di AULA GRAMEDIA MATRAMAN…. kalian bisa ketemu aku, 9 penulis Elex, dan Jenny T. Faurine sang penulis best seller #1 Elex Media, di acara launching novel kolaborasiku ETERNAL FLAME“.

      Kalian juga bisa hunting tanda tangan, karena 10 penulis yang berasal dari berbagai kota ini akan hadir semuanya, LENGKAP!

      Oh yaa… Nanti di sana ada PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA DAN KUIS JUGA. YANG MAU IKUT LOMBANYA, KLIK DI SINI YAA.

      Sampai ketemu di Gramedia Matraman! ๐Ÿ˜‰

      1866450-130525000143

  11. Astagaaa!!!!!! Hahahahhahahahaa….. mimpi jadi kenyataaan bangettttt!!!! Selamatttt julieee!!! Akhirmyaaa!!!! ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

  12. Horeeeeeeeeeeeeee… julie dan richard jadian. Aku sempet kaget julie amesia tapi ternyata eh ternyata julie cuma pura2 hahah dasar sapi JAIL

    • Hehehe iya.. pura-pura aja toh..

      Ditunggu update berikutnya ya Nur! ๐Ÿ˜‰


      launching-yesterdayinbandung

      Jangan lupa, tanggal 14 FEBRUARIย 2016 ini, jam 11 siang di AULA GRAMEDIA MATRAMAN…. kalian bisa ketemu aku, 9 penulis Elex, dan Jenny T. Faurine sang penulis best seller #1 Elex Media, di acara launching novel kolaborasiku ETERNAL FLAME“.

      Kalian juga bisa hunting tanda tangan, karena 10 penulis yang berasal dari berbagai kota ini akan hadir semuanya, LENGKAP!

      Oh yaa… Nanti di sana ada PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA DAN KUIS JUGA. YANG MAU IKUT LOMBANYA, KLIK DI SINI YAA.

      Sampai ketemu di Gramedia Matraman! ๐Ÿ˜‰

      1866450-130525000143

  13. Kenapa gak dari dulu aja palanya Julie dibenturin biar mau, hahahhahha

    Eciyeeee, malah aku yg deg-degan ini ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    bakal kadi capel/? fenomenaaaaalllll kalian ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

  14. Ping-balik: Daftar Isi | Naya Corath

  15. Ping-balik: CATATAN DARI PENULIS (77) | Naya Corath

  16. Ping-balik: 23 – Pengakuan (4) | Naya Corath

  17. Fufufufu Nice banget! Ditunggu Bab Terakhirnya dan kalau bisa partnya banyakin dikit! Kalau Udah Di Publish Jangan Lupa Kabarin saya! Penasaran oe!

  18. hai Naya, aku sudh baca dri awal smpai ending cerita Julie n Richard, Aku suka ceritanya. Maaf ya bru komntar skarang..

    • Halo Rasmilah ๐Ÿ˜€
      Terima kasih atas komentarnya yaa ^_^

      Oh ya, update terbaru sudah muncul lho
      Selamat membaca! ๐Ÿ˜‰

  19. Akhirnyaaaaaaa ya Tuhaaaaaaaaann..
    Udah dari tahun lalu baca cerita Julie ini, hari ini baru bisa baca cerita lanjutannya sampai di part ini.. bersyukur banget loh ๐Ÿ˜Ž
    Btw, ini udah end atau blm yaaaa?

Komentar kamu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s