23 – Pengakuan (4)

Comments 29 Standar

Mereka sudah menyendiri selama tiga menit, namun belum saling berbicara, seolah menikmati kesunyian yang panjang di malam itu. Angin malam yang dingin bertiup dengan kencang.

“Ini pertama kalinya kita berbicara lagi,” kata Cathy sambil tersenyum pahit.

Richard mengangguk.

“Aku menghindarimu, kau pun menghindariku. Seperti dua anak kecil yang lari dari masalah,” kata Richard.

Cathy tersenyum lagi. Lebih tepatnya, memaksa dirinya untuk tersenyum. Hatinya bergejolak begitu hebat saat berada di samping Richard lagi. Mata biru itu, mata biru yang sangat ia rindukan, kini memandangnya begitu dalam.

“Maafkan aku,” kata Richard. “Soal orangtuamu. Ayahmu. Aku tak tahu kalau ia meninggalkanmu. Dan aku melakukan kebodohan yang sama. Maafkan aku karena telah begitu menyakitimu, Cathy.”

Cathy menggeleng. Rasa rindunya pada Richard mulai menguasainya.

Cathy menyeka air matanya yang tidak tertahan lagi. Beberapa saat berikutnya, Cathy sudah tidak berbicara, namun menutup mukanya dan menangis tersedu-sedu.

“Bolehkah aku memelukmu? Cathy?” kata Richard. Cathy mengangguk terisak-isak. Tubuhnya berguncang saat Richard melingkarkan lengan di pundaknya.

Richard merangkul Cathy dengan hangat. Gadis itu kini menangis lebih keras. Richard menyentuhkan dagunya ke kepala Cathy dan mengusap rambutnya dengan lembut.

“Maafkan aku.”

Cathy masih menangis di pelukan Richard.

“Kau adalah semua yang kuinginkan, Richard. Khayalanku tentang mimpi yang sempurna. Hanya saja kau tidak mencintaiku. Kau—” suara Cathy bergetar hebat.

Tangisannya semakin kencang. Ia menangis begitu sedih seperti tidak pernah dilakukannya sebelum ini.

“Maafkan aku,” kata Richard.

“Kenapa kau tidak berkata apa-apa tadi?” tanya Cathy kemudian. “Kenapa kau hanya diam saja? Kenapa kau tidak membela dirimu sendiri di depan mereka?”

Richard menarik napas panjang.

“Aku tidak perlu menjelaskan apa-apa pada mereka,” kata Richard. “Lagipula apa yang dikatakan Kayla memang benar. Aku adalah anak laki-laki brengsek yang suka menyakiti hati wanita.”

“Itu tidak benar,” kata Cathy.

Richard mendesah pelan, menyiratkan luka di hatinya. Ia tidak meneruskan pernyataan itu lagi.

“Apakah aku boleh bertanya padamu?”

“Tanyakanlah,” kata Richard dengan nada terbuka. “Kau adalah pengecualian. Aku berhutang penjelasan padamu selama ini. Tanyakanlah apa pun yang ingin kau ketahui. Aku akan menjawabnya hanya padamu saja.”

Gadis itu sekarang sudah lebih tenang dan melepas pelukannya dari Richard.

“Apa benar Julie adalah cinta pertamamu?”

Richard terdiam sejenak.

“Tanyakan pertanyaan yang lain,” kata Richard sambil memalingkan muka, sedikit mengangkat bahunya. Ia melepas tangan Cathy dan mulai menghindari kontak mata dengan gadis itu. Postur tubuhnya dengan jelas mengindikasikan kalau ia menolak menjawab pertanyaan ini.

Cathy tetap bersikeras dengan pendiriannya.

“Itu pertanyaanku. Kau harus menjawabnya.”

“Aku tidak ingin menyakitimu lagi, Cathy,” kata Richard perlahan.

“Aku menginginkan ini!” Cathy menatapnya dengan sorot memohon yang tidak dapat dielakkan. “Kumohon jawablah! Berikan aku penjelasan yang kuinginkan.  Aku berjanji tidak akan marah. Aku ingin mengetahui jawabannya.”

Cathy bukan tipe gadis yang bisa dipuaskan dengan jawaban yang menggantung. Begitu ia menginginkan sesuatu, ia akan berusaha mendapatkannya, sampai ia merasa puas. Menyadari hal ini, Richard akhirnya mengubah pikirannya. Lagipula, ia memang sudah berniat ingin menyelesaikan ini dengan baik, mengakhiri masalahnya dengan Cathy.

“Baiklah. Iya.”

Richard menarik napas panjang, tidak berbicara lagi.

“Lebih panjang,” protes Cathy.

“Dia cinta pertamaku. Aku belum pernah jatuh cinta sebelumnya. Tidak, entahlah,” kata Richard, terpaksa bersuara lebih banyak. “Aku pernah menyukai anak perempuan, Cathy, tapi tidak pernah seperti yang kurasakan pada Julie. Rasanya benar-benar berbeda. Dia membuatku memikirkannya setiap hari, tapi aku takut padanya. Entahlah. Aku tak tahu kenapa. Aku sama sekali tidak bisa menebak isi pikirannya. Dia benar-benar aneh. Itu sebabnya aku takut.”

“Dan Nick juga benar… Aku tidak pernah harus mengejar anak perempuan. Maka dari itu, aku tidak berani mengejar Julie. Terlebih lagi, aku tidak mengerti kenapa dia selalu menjauhiku. Kadang-kadang dia terasa sangat dekat denganku, tapi kadang-kadang jarak kami terasa sangat jauh.. Dan dia tampaknya tak pernah peduli padaku. Apa pun yang dia lakukan, semuanya membingungkan.”

Cathy mengangguk, tersenyum pahit.

“Kenapa kau tidak langsung mendekatinya?”

“Sudah kucoba, tapi tidak pernah berhasil. Gadis itu selalu menghindar, atau mungkin hanya perasaanku,” kata Richard. “Aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Aku tak mengerti.”

“Apa yang membuatmu menyukainya?” tanya Cathy tanpa berhenti. “Sejak kapan kau menyukainya?”

Richard mendesah pelan.

“Tidak apa, aku tidak akan marah,” kata Cathy menegaskan keputusannya.

“Aku suka semua hal tentangnya. Raut wajahnya dan tingkah laku uniknya. Aku suka melihat dia bergurau, tersenyum, tertawa. Dan saat dia datang ke Kelas Prancisku waktu itu,” kata Richard, “aku harus susah payah menyembunyikan rasa senangku. Akhirnya aku bisa berinteraksi dengannya. Aku mulai memikirkannya sejak saat itu. Aku berpikir keras bagaimana cara agar bisa mendekatinya.

“Lalu datanglah kesempatan itu, liputan kejuaraan Catur. Saat dia memintaku untuk menjadi narasumbernya, aku menyambut kesempatan itu dengan cepat. Aku tak pernah mendekati anak perempuan sebelumnya, jadi aku bingung bagaimana cara mendekati Julie. Terlebih lagi, gadis itu tidak seperti anak perempuan lainnya. Dia sangat lucu, tentu, tapi dia juga sangat lucu ke semua orang. Apakah dia menyukaiku? Aku tak merasa demikian. Julie tidak memberikan sinyal apa pun yang membuatku percaya diri. Dia sangat.. tidak terbaca. Dan aku selalu sulit menemuinya. Kenapa? Aku tak tahu. Mungkin dia menyukaiku? Tapi dia Sang Tak Tertaklukkan. Bagaimana mungkin dia menyukaiku? Semua sinyal yang dia berikan selalu negatif, aku lama-lama berpikir kalau sebenarnya dia tidak tertarik padaku sama sekali.”

Richard menggumam pelan.

“Dan terakhir, dia merobek puisiku.”

Cathy teringat akan puisi yang dulu sempat membuatnya bermasalah dengan Julie. Puisi yang fenomenal itu, ternyata memang puisi ungkapan cinta yang disampaikan Richard untuk Julie. Persis seperti kekhawatirannya di masa lalu, ternyata benar-benar terjadi.

Anak laki-laki itu tersenyum tipis.

“Aku marah karena aku tak bisa mengerti dia. Dan aku terlalu pengecut untuk menanyakannya secara langsung. Semua anak laki-laki yang pernah mendekatinya menyerah. Padahal mereka lebih sering bertemu dan berinteraksi dengannya. Apalagi aku? Julie jelas-jelas tak menyukaiku. Dia selalu terlihat tidak nyaman ketika melihatku. Dia menjauh. Dia pasti tidak menyukaiku.”

“Dan sekarang, kau akhirnya menyerah?” tanya Cathy. Richard mengangguk.

Cathy menggigit bibirnya. Susah payah ia mencoba tersenyum, dengan mengulum bibirnya sedikit, untuk terlihat tegar dari penampilannya. Ia sama sekali tidak mau terlihat lemah lagi di depan anak laki-laki yang sangat disukainya ini.

Cathy akhirnya menanyakan pertanyaan yang tersulit. “Kenapa kau berpacaran denganku? Apakah bagimu aku–” Cathy berusaha menahan sesak di dadanya. “—adalah pelarian?”

Richard tersenyum.

“Karena aku juga menyukaimu,” kata Richard.

Napas Cathy berhenti seketika.

“Apa?

“Jiwamu yang selalu bersemangat dan memeriahkan suasana, aku suka gadis yang seperti itu. Wajahmu yang sangat cantik seperti malaikat hanyalah salah satu alasan lainnya kenapa aku memilihmu,” kata Richard. “Saat aku berkata ingin melupakan Julie dan memilihmu, aku memang ingin melakukan itu. Aku memang sungguh-sungguh ingin membahagiakanmu.”

“Kau berbohong,” kata Cathy dengan bibir yang menekuk ke bawah. “Kau tidak menyukaiku, Richard. Aku ini egois dan manja. Aku selalu bersikap seenaknya. Aku angkuh dan sombong. Aku Si Ratu Drama yang dibenci semua orang. Kau mengatakan semua ini hanya untuk menyenangkan hatiku, kan?” kata Cathy.

Richard menggeleng lagi.

“Kau gadis yang berbeda saat bersama denganku. Kau memang manja, tapi kau selalu bersikap manis, tidak pernah mengecewakanku sama sekali,” kata Richard dengan wajah yang menunjukkan kesungguhan. “Kau gadis yang baik, Cathy. Kau menyayangiku dan membuatku merasa dibutuhkan. Dan aku menyukai itu. Sikap dramatismu itu, sama sekali bukan masalah untukku.”

Richard melanjutkan.

“Julie pun juga menarik perhatianku dengan cara yang seperti itu. Kalian berdua sebenarnya hampir sama, tapi berbeda. Kalau kau bisa memeriahkan suasana dengan cara sengaja menarik perhatian semua orang, Julie melakukannya tanpa ia menyadari kalau ia jadi pusat perhatian karena tingkah lakunya.”

“Aku suka gadis yang berjiwa hidup seperti kalian. Sialnya, kalian berdua saling bersahabat. Jadi, ketika aku memilihmu, aku justru makin sering bertemu dengan Julie,” kata Richard. “Dan Julie.. benar-benar berbeda. Aku juga tak mengerti kenapa. Semua usaha yang kulakukan untuk melupakannya, justru membuatku semakin tersiksa. Aku semakin mencintainya. Aku tidak bisa mencintaimu lebih daripada yang kurasakan pada Julie.”

Cathy tersenyum pahit.

“Aku mengerti. Kau menyukaiku. Tapi, kau hanya mencintai Julie.”

Richard mengangguk pelan.

“Di antara semua orang yang bersalah, akulah yang paling bersalah. Akulah yang telah memulai semua ini. Aku membiarkan akhir yang kacau pada kalian—betapa tidak adilnya karena ketidakdewasaanku. Aku bahkan merasa tidak pantas berbicara denganmu hari ini. Maafkan aku, Cathy, telah membuatmu terluka karena sikapku. Aku telah membuatmu tidak bahagia dengan kehadiranku. Seharusnya kita memang tidak pernah bertemu, agar aku tidak menyakitimu seperti ini. Aku akan pergi dari hidup kalian.”

Cathy terkejut. Ia mulai bersikap dramatis.

“Tidak! Tidak. Apa maksudmu? Pergi?”

Richard mengangguk. “Aku akan menyelesaikan semua kekacauan ini lalu pergi menjauh dari kalian. Sekarang, dengarkanlah apa yang kurencanakan terhadap Emma.”

“Tidak, Richard. Tidak! Aku bahagia! Aku sangat bahagia ketika bersamamu! Perhatianmu padaku benar-benar tulus. Kau mengajarkanku arti cinta yang sesungguhnya!” kata Cathy dengan menggebu-gebu.

“Dengarkan—”

“Sebelum bertemu denganmu, aku hanya bermain-main dengan hati orang lain, Richard. Tapi sekarang, aku merasakan jatuh cinta. Aku juga merasakan patah hati. Itu rasanya sakit sekali. Dan seumur hidupku, baru kau yang berhasil membuatku seperti ini. Ini rasa sakit yang sekarang justru membuatku bahagia. Kau telah mengajariku untuk melihat cinta yang kuharapkan. Kau membuatku sekarang menerima kerapuhanku dan masa laluku. Aku tahu kau menyayangiku.” Cathy memegang tangan Richard yang dingin.

Ia memandang Richard. Wajahnya yang mempesona itu selalu membuat jantungnya berdegup kencang.

“Dengarkan aku,” kata Richard sekali lagi, dengan wajah serius. Cathy terdiam seketika.

“Jadi begini,” kata Richard. “Aku tidak punya masalah personal dengan Emma dan aku juga tidak ingin menghancurkan masa depannya, jadi yang ingin kulakukan hanyalah menggertak saja. Aku tidak benar-benar akan memberikan video itu ke kepala sekolah, mungkin tidak akan pernah jika tidak terpaksa. Dari mana aku mendapatkan video itu? Sangat sulit sebenarnya, tapi aku tahu ini patut dicoba. Emma memiliki banyak pengikut loyal dari Kelas Dua Belas, tapi aku yakin pasti ada satu dua di antara mereka yang pernah merasa kecewa dan disakiti. Tidak mungkin tidak pernah.”

“Aku memang mengandalkan peruntunganku semoga salah satu di antara mereka ada yang pernah melakukan sesuatu untuk mengamankan diri. Aku benar. Ruth Orland melakukannya,” kata Richard. “Ruth Orland salah satu pengikut Emma sebelum Emma ke luar negeri. Dia adalah orang yang pernah disakiti hatinya oleh Emma dan menunggu saat untuk balas dendam. Yang Emma tidak tahu adalah, dia sepupu jauh Tania Lawless.”

“Ruth sudah lama memendam kebencian pada Emma, tapi tidak pernah berani berbuat apa-apa, sampai akhirnya Emma mengganggu Tania. Ruth dan Tania memang tidak dekat, tapi akhirnya hubungan darah itu membuat Ruth akhirnya berani merekam kejadian penyiksaan Tania di saat tak seorang pun berani melakukannya,” kata Richard. “Emma pun sedang lengah saat itu. Jadi, video itu berhasil tersimpan di ponsel Ruth dan Ruth memberi tahu Tania soal rencanannya membalas dendam.”

“Pada akhirnya, tidak ada satu pun dari mereka yang benar-benar berani merealisasikan rencana itu. Mereka takut pada pembalasan Emma, tak cukup pintar untuk mengatur strategi melawannya. Tania memilih pindah sekolah, daripada harus melawan Emma. Video itu tetap berada di tangan Ruth tanpa pernah sekali pun dipergunakan lagi.”

“Aku beruntung karena akhirnya menemukan Ruth dan gadis itu mau diajak bekerjasama. Dengan syarat, gadis itu tidak ingin namanya ketahuan dan jangan sampai Emma membalas dendam padanya. Dan jangan sampai ia bermasalah dengan Nimberland gara-gara itu. Ia hanya ingin Emma mendapat pelajaran, atau setidaknya menghentikan perbuatannya, tapi ia sendiri tidak mau terlibat masalah sama sekali. Aku mengerti hal itu. Oleh karena itu, satu-satunya cara yang akan berhasil adalah, aku tidak akan menyerahkan video itu sama sekali. Aku akan memainkan tipuan psikologis tanpa identitas. Untuk itu, aku perlu bekerjasama dengan Jerry.”

“Kesalahanku adalah karena melibatkan Julie terlalu dini. Aku tidak mengira kalau dia akan bertindak segegabah itu menghampiri kelompok Emma. Ini permainan yang berbahaya, seharusnya kalian tidak perlu kulibatkan sama sekali. Aku sudah mengatur strategi agar terornya di ujung nanti bisa menjatuhkan Emma. Perang pikiran untuk menunjukkan siapa yang paling cerdas. Ini adalah bagian kesukaanku. Ini keahlianku.”

“Teror?”

Richard tersenyum penuh arti.

“Pokoknya jangan khawatir tentang Emma. Aku tahu persis apa yang kulakukan,” kata Richard. “Yang penting sekarang, aku ingin hubunganmu dengan Julie membaik kembali. Semua akan baik-baik saja seperti dulu lagi.”

“Dan setelah itu kau akan pergi dari kami?” tanya Cathy dengan mulut tertekuk ke bawah. Richard mengangguk.

“Itu lebih baik untuk kita semua—”

“JANGAN BODOH!” Cathy menyambar cepat seperti singa marah. “Kau pikir apa yang menyebabkan pertengkaran hebat kami tadi sore? Itu karena Julie akhirnya mengakui padaku kalau DIA JUGA MENCINTAIMU.” Cathy mengulangi pernyataan itu dengan lebih dramatis. “Aku mendengarnya sendiri. Julie juga mencintaimu! Dia sendiri yang bilang padaku. Kau tahu? Tadi sore, kami bertengkar hebat karena itu. Dia marah padaku tidak mengizinkannya mencintaimu.”

Cathy mulai mengendalikan dirinya lagi.

“Yah, kupikir itulah yang membuatku semakin cemburu. Kalau Julie sendiri juga ternyata mencintaimu, aku pasti tidak punya harapan sama sekali,” lanjut Cathy. “Aku marah karena kalian berdua ternyata saling mencintai.”

Richard terdiam seribu bahasa. Akal sehatnya menolak mempercayai kata-kata ini.

“Tapi kau jangan pernah pergi! Atau aku tidak akan pernah memaafkanmu sama sekali! Aku akan benar-benar marah. Sangat marah!” kata Cathy. “Kau berhutang maaf padaku, Richard. Kau tahu kan, aku belum menerima permohonan maafmu sama sekali? Tanyakan padaku bagaimana agar aku memaafkanmu. Tanyakan padaku!”

Richard menahan napasnya. Percakapan ini mulai membawanya ke arah yang membuat jantungnya bergetar.

Cathy tersenyum.

 

***

BACA SELANJUTNYA >>https://nayacorath.com/2016/02/02/23-pengakuan-5/

Iklan

29 thoughts on “23 – Pengakuan (4)

  1. Si Richard yang genius 🙂 mbak kalo bisa masukin materi psikologi yg ringan. Biar nambah wawasan kami sebagai pembaca. Semangattt ya mbakk 😀 ditunggu postingan selanjutnya :v
    #pembacabaru

    • Mungkin nanti akan kujelaskan sedikit di bab 24.
      Ditunggu ya, Rita! 😉


      launching-yesterdayinbandung

      Jangan lupa, tanggal 14 FEBRUARI 2016 ini, jam 11 siang di AULA GRAMEDIA MATRAMAN…. kalian bisa ketemu aku, 9 penulis Elex, dan Jenny T. Faurine sang penulis best seller #1 Elex Media, di acara launching novel kolaborasiku ETERNAL FLAME“.

      Kalian juga bisa hunting tanda tangan, karena 10 penulis yang berasal dari berbagai kota ini akan hadir semuanya, LENGKAP!

      Oh yaa… Nanti di sana ada PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA DAN KUIS JUGA. YANG MAU IKUT LOMBANYA, KLIK DI SINI YAA.

      Sampai ketemu di Gramedia Matraman! 😉

      1866450-130525000143

  2. keren naya… baru kali ini baca kalimat2nya richard yg ternyata bisa panjaaaang juga ^_^ naya pintar ya bikin kita2 selalu jadi harap2 cemas nunggu kelanjutan cerita ini….. semangattt !

    • Hehehe.. Iya.. Terpaksa ngomong si Richardnya… :))

      Trims Eva.. Ditunggu kelanjutannya ya! 😉


      launching-yesterdayinbandung

      Jangan lupa, tanggal 14 FEBRUARI 2016 ini, jam 11 siang di AULA GRAMEDIA MATRAMAN…. kalian bisa ketemu aku, 9 penulis Elex, dan Jenny T. Faurine sang penulis best seller #1 Elex Media, di acara launching novel kolaborasiku ETERNAL FLAME“.

      Kalian juga bisa hunting tanda tangan, karena 10 penulis yang berasal dari berbagai kota ini akan hadir semuanya, LENGKAP!

      Oh yaa… Nanti di sana ada PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA DAN KUIS JUGA. YANG MAU IKUT LOMBANYA, KLIK DI SINI YAA.

      Sampai ketemu di Gramedia Matraman! 😉

      1866450-130525000143

  3. Akhirnya si genius bicara dengan panjang lebar… ^^
    Semoga Cathy membuat permohonan spya Richard deketi Julie dan Julie menjelaskan ke Richard kenapa dia selalu menghindari dan merobek puisi Richard..
    Semangat kak naya.. ngk sabar nunggu lanjutannya.. ^^

    • Hehehe.. Sepertinya kalau liat dari update part 5, Julie gak bakal menjelaskan hal itu.. ^^x
      Kecuali kalau nanti ada momennya. Aku simpan untuk buku berikutnya ya. 😀


      launching-yesterdayinbandung

      Jangan lupa, tanggal 14 FEBRUARI 2016 ini, jam 11 siang di AULA GRAMEDIA MATRAMAN…. kalian bisa ketemu aku, 9 penulis Elex, dan Jenny T. Faurine sang penulis best seller #1 Elex Media, di acara launching novel kolaborasiku ETERNAL FLAME“.

      Kalian juga bisa hunting tanda tangan, karena 10 penulis yang berasal dari berbagai kota ini akan hadir semuanya, LENGKAP!

      Oh yaa… Nanti di sana ada PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA DAN KUIS JUGA. YANG MAU IKUT LOMBANYA, KLIK DI SINI YAA.

      Sampai ketemu di Gramedia Matraman! 😉

      1866450-130525000143

  4. Mba naya, tolonglah d updatenya jgn terlalu lama.. Kaya bagian yg sebelumnya ke bagian ini sampai 1blnan..please yaa jgn lama2 d tggu kelanjutannya. Thank you

    • Hehehe.. Iyaa.. Aku usahakan secepatnya yaa 😀
      Akhir-akhir ini memang agak sibuk… ^^x


      launching-yesterdayinbandung

      Jangan lupa, tanggal 14 FEBRUARI 2016 ini, jam 11 siang di AULA GRAMEDIA MATRAMAN…. kalian bisa ketemu aku, 9 penulis Elex, dan Jenny T. Faurine sang penulis best seller #1 Elex Media, di acara launching novel kolaborasiku ETERNAL FLAME“.

      Kalian juga bisa hunting tanda tangan, karena 10 penulis yang berasal dari berbagai kota ini akan hadir semuanya, LENGKAP!

      Oh yaa… Nanti di sana ada PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA DAN KUIS JUGA. YANG MAU IKUT LOMBANYA, KLIK DI SINI YAA.

      Sampai ketemu di Gramedia Matraman! 😉

      1866450-130525000143

    • Trims Malla 😀

      Update yang terbaru sudah muncul yaa
      Selamat membaca! 😉


      launching-yesterdayinbandung

      Jangan lupa, tanggal 14 FEBRUARI 2016 ini, jam 11 siang di AULA GRAMEDIA MATRAMAN…. kalian bisa ketemu aku, 9 penulis Elex, dan Jenny T. Faurine sang penulis best seller #1 Elex Media, di acara launching novel kolaborasiku ETERNAL FLAME“.

      Kalian juga bisa hunting tanda tangan, karena 10 penulis yang berasal dari berbagai kota ini akan hadir semuanya, LENGKAP!

      Oh yaa… Nanti di sana ada PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA DAN KUIS JUGA. YANG MAU IKUT LOMBANYA, KLIK DI SINI YAA.

      Sampai ketemu di Gramedia Matraman! 😉

      1866450-130525000143

  5. Ada beberapa yg msh mngganjal yg blm terjawab.
    1. Mengenai perasaan jerry utk julie?
    2. Alasan julie merobek puisi richard?
    3. Julie yg tidak pernah sekelas dg richard?
    4. Dan terakhir kenapa di saat semua temannya mengakui ketertarikannya sm richard (sebelum richard jadian sama cathy), julie menolak keras perasaannya sendiri? Apa krn tdk sadar lg dan cueknya dia?? Pdahal klau dia ikut ikutan bilang tertarik, mrka pasti akan bertanding scr sportif kan…

    Dan klau bisa nnt utk Moment richard dan julie tolong dibanyakin ya, sayang klau endingnya peran utama wktu berdanya cuma sdkt…

    • Sip22.. Tentang Jerry dan Richard nanti aku settle di bab terakhir.. 😀
      Trims atas masukannya Mala ^_^


      launching-yesterdayinbandung

      Jangan lupa, tanggal 14 FEBRUARI 2016 ini, jam 11 siang di AULA GRAMEDIA MATRAMAN…. kalian bisa ketemu aku, 9 penulis Elex, dan Jenny T. Faurine sang penulis best seller #1 Elex Media, di acara launching novel kolaborasiku ETERNAL FLAME“.

      Kalian juga bisa hunting tanda tangan, karena 10 penulis yang berasal dari berbagai kota ini akan hadir semuanya, LENGKAP!

      Oh yaa… Nanti di sana ada PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA DAN KUIS JUGA. YANG MAU IKUT LOMBANYA, KLIK DI SINI YAA.

      Sampai ketemu di Gramedia Matraman! 😉

      1866450-130525000143

  6. Ping-balik: CATATAN DARI PENULIS (76) | Naya Corath

  7. Ping-balik: 23 – Pengakuan (3) | Naya Corath

  8. Ping-balik: Daftar Isi | Naya Corath

  9. akhirnya . . Richard bicara juga . . Kemarin sempet sebel sama richard, tapi penjelasan pas dia jelasin dipart ini cukup memuaskan. Bikin saya jatuh hati lagi. . :*

    • Hehehe.. Ditunggu update berikutnya yaa Adhe 😀
      Selamat membaca! 😉


      launching-yesterdayinbandung

      Jangan lupa, tanggal 14 FEBRUARI 2016 ini, jam 11 siang di AULA GRAMEDIA MATRAMAN…. kalian bisa ketemu aku, 9 penulis Elex, dan Jenny T. Faurine sang penulis best seller #1 Elex Media, di acara launching novel kolaborasiku ETERNAL FLAME“.

      Kalian juga bisa hunting tanda tangan, karena 10 penulis yang berasal dari berbagai kota ini akan hadir semuanya, LENGKAP!

      Oh yaa… Nanti di sana ada PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA DAN KUIS JUGA. YANG MAU IKUT LOMBANYA, KLIK DI SINI YAA.

      Sampai ketemu di Gramedia Matraman! 😉

      1866450-130525000143

  10. Yaampuuun kereeeeeen..ga sia2 nungguin ampe tiap hari dicek hihi..mdh2n ga lama yaah utk brktnya..ga sbr pgn ke momen richard sm julie nya..banyakiiin peliiis pacarannya hehe.

  11. Aduuuhhh, baru kali ini saya suka sama sifat dramatisnya si Cathy 😄😄

    Richard jgn pergilah. Temuin Julie nya dulu sana.
    macem sinet aja maen prgi2 kalo ada masalah, hoakakaaaa
    #peace

    Kak Nayaaaaa, semangaaaatttttt. Pokoknya cintaaaaa bgt sama ini cerita 😘❤

    • Hehehe trims Rreyya 😀

      Update berikutnya sudah muncul yaa
      Selamat membaca! 😉


      launching-yesterdayinbandung

      Jangan lupa, tanggal 14 FEBRUARI 2016 ini, jam 11 siang di AULA GRAMEDIA MATRAMAN…. kalian bisa ketemu aku, 9 penulis Elex, dan Jenny T. Faurine sang penulis best seller #1 Elex Media, di acara launching novel kolaborasiku ETERNAL FLAME“.

      Kalian juga bisa hunting tanda tangan, karena 10 penulis yang berasal dari berbagai kota ini akan hadir semuanya, LENGKAP!

      Oh yaa… Nanti di sana ada PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA DAN KUIS JUGA. YANG MAU IKUT LOMBANYA, KLIK DI SINI YAA.

      Sampai ketemu di Gramedia Matraman! 😉

      1866450-130525000143

  12. kak aku izin share cerita kakak di wattpad boleh ????? kalo boleh nama tokoh tetap sama dan nama kakak aku cantumin kok cuma mau berbagi cerita aja sama teman teman di wattpad kalo cerita kakak bagus banget

Komentar kamu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s