23 – Pengakuan

Comments 30 Standar

Cathy gemetar hebat, tubuhnya kejang karena shock. Di hadapannya kini berceceran darah sahabatnya, yang terbujur diam di atas aspal hitam. Ia berjalan mendekati Julie, menggoncang tubuh itu sekali lagi, terkejut saat darah menetes lebih banyak dari kepala gadis itu.

Ia melihat ke arah  truk tadi, yang menghilang dengan cepat seperti angin.

“Julie,” katanya lirih. Sekarang air matanya menggenang, membanjiri kelopak bawah matanya.

“JULIE!”

Cathy berteriak minta tolong. Beberapa orang yang berada di sekitar tempat kejadian langsung menghampiri mereka. Suasana di sana semakin ramai saat Cathy melihat Mr.Bouncer yang bertubuh besar berlari dengan wajah pucat, sama pucatnya seperti wajah orang-orang yang ikut berlari di sekelilingnya.

“Apa yang terjadi?” tanya Mr.Bouncer dengan tidak sabar. Laki-laki itu menghampiri tubuh Julie dan memeriksakan denyut nadinya. Wajahnya cemas dan sangat khawatir.

Cathy menatap Mr.Bouncer sambil menangis. Ia berusaha menjelaskan, tapi hanya suara gumaman dan gemuruh kacau yang terdengar dari mulutnya.

“Panggil ambulans,” kata Mr.Bouncer pada salah seorang murid.

Cathy masih memanggil nama Julie berkali-kali, namun gadis itu tidak menjawab. Ia masih tidak percaya ini benar-benar terjadi. Gadis yang tadi terus-menerus mengejarnya itu kini tidak bersuara lagi.

Orang-orang mulai mengerumuni dan membantu Mr.Bouncer menghentikan pendarahan Julie. Cathy merasakan perih di lutut dan sikunya, luka gores yang baru ia sadari akibat terjatuh tadi, tapi matanya tidak pernah lepas dari pemandangan mengerikan yang ada di hadapannya sekarang.

“Tidak, tidak—”

Wajah Cathy mendadak kosong. Ia menyaksikan tubuh Julie yang tidak bergerak lagi, seperti terkulai begitu saja saat Mr.Bouncer menggendongnya. Jantung Cathy mendetakkan kengerian yang menghebat. Ucapannya tadi tidak boleh menjadi kenyataan. Tidak! Dia tidak ingin Julie mati!

Cathy menangis lagi.

Beberapa menit kemudian mobil ambulans datang. Dua orang petugas medis turun dari mobil itu dan memberikan bantuan pertama pada Julie. Salah seorang petugas lain menghampiri Cathy dan memintanya untuk ikut masuk ke dalam ambulans. Di mobil yang sama, Cathy melihat mereka mengangkat tubuh Julie yang lunglai dengan hati-hati.

Semuanya terjadi begitu cepat. Mereka membawa Julie ke ruang gawat darurat segera setelah mobil ambulans itu tiba di rumah sakit. Salah seorang perawat menghampiri Cathy dan menawarkan diri untuk mengobati luka-lukanya, namun Cathy tak membiarkannya—ia hanya ingin menemani Julie. Cathy melihat orang-orang itu membawa Julie kembali ke ruang operasi. Mereka menutup pintunya rapat-rapat, tidak mengizinkannya ikut masuk ke dalam.

Cathy jatuh terduduk di atas kursi. Ia tidak pernah menyangka kalau keegoisannya akan berakibat sampai sejauh ini. Dia sangat takut jika yang terburuk benar-benar terjadi.

“Kenapa,” kata Cathy lemas. Ia menutup mukanya, “Kenapa jadi seperti ini?”

Beberapa siswa yang tadi ada di tempat kecelakaan telah menyusul ke rumah sakit. Semuanya menghampiri Cathy. Gadis itu tidak merespon mereka sama sekali. Sampai akhirnya salah seorang dari mereka menepuk pundaknya, ia melompat marah. Mereka bergidik ketakutan dan segera menjauh.

“Pergi! PERGI!!” teriak Cathy frustasi.

Lubang itu kembali menganga, berdenyut-denyut nyeri, mengingatkannya lagi dengan rangkaian peristiwa dalam hidupnya di masa lalu, yang telah mengakibatkan ini semua. Sebuah rahasia yang tidak pernah diceritakannya pada siapa pun.

Seorang anak laki-laki yang tampan dan menawan telah memenjarakan hatinya. Ia belum pernah melihat anak laki-laki seperti itu sebelumnya. Anak laki-laki yang diyakininya dapat mengubah semua kemarahannya pada masa lalunya.

Richard Soulwind.

Cathy ingat pertama kali bertemu dengan Richard. Anak laki-laki itu begitu sopan dan terpuji. Ketampanan Richard menyengatnya dengan lekukan wajahnya yang begitu sempurna. Tapi di atas itu semua, sikap misterius namun lembut anak laki-laki ini terhadapnya telah menyihirnya dalam sebuah fantasi yang tidak masuk akal.

Cathy memang tipikal gadis yang gampang jatuh cinta. Ia mudah tertarik cowok-cowok tampan, memperlakukan kehidupan romantikanya seperti sebuah permainan. Mark McGollen dan Jake Williams hanyalah salah satu cerita yang mewarnai sejarah panjang petualangannya. Cathy bahkan tak segan-segan memacari Mark di hari pertamanya berkenalan dengan anak laki-laki itu.

Yang tidak pernah diketahui siapa pun adalah—sifatnya ini merupakan ungkapan alam bawah sadar Cathy terhadap kondisi keluarganya sendiri. Ayahnya seorang playboy yang berselingkuh, sementara ibunya menjadi pecandu minuman keras yang selalu memungkiri kenyataan. Cathy menyalahkan ibunya yang naif dan bodoh karena membiarkan ayahnya berbuat sesukanya dan pergi meninggalkan mereka. Itulah sebabnya Cathy tumbuh menjadi gadis yang sangat egois—cara yang ia pilih untuk melindungi hatinya dari kekecewaan. Kemarahan pada kedua orangtuanya ia ekspresikan  dengan cara berpacaran dengan sebanyak mungkin anak laki-laki dan mencampakkan mereka. Baginya, tidak akan ada orang yang bisa menyakiti hatinya dan meninggalkannya jika ia yang melakukan hal itu lebih dulu. Kemarahan pada ayahnya membuatnya berpikir bahwa semua anak laki-laki memang pantas diperlakukan demikian, sebelum mereka melakukan itu padanya, sebagaimana yang pernah dilakukan ayahnya pada ibunya.

Di antara semua orang yang pernah ditemuinya, Richard Soulwind ternyata benar-benar lain. Ketertarikan awal Cathy pertama kali memang karena penampilan fisik Richard yang luar biasa, namun persepsi itu segera berubah dengan cara yang aneh setelah Cathy mengenal Richard lebih lama. Ia seperti menemukan harapan yang tidak mungkin. Ia tak pernah melihat anak laki-laki yang begitu tampan seumur hidupnya, namun lebih dari itu—ada sesuatu di dalam diri Richard yang membuatnya nyaman dan bahagia.

Kelembutan Richard adalah sesuatu yang tidak pernah dilihatnya selama ini. Untuk pertama kalinya, sisi rapuh Cathy yang sedang bersembunyi di balik sikap egoisnya mulai menginginkan kehadiran Richard yang akan menenangkan hatinya. Ia percaya bahwa Richard adalah orang yang telah dicarinya selama ini. Orang yang akan melindungi hatinya yang terluka dan menjaganya dengan hati-hati. Orang yang terpilih untuk menjadi pendamping hidupnya selamanya.

Sang Pangeran.

Sejak perkenalannya dengan Richard, Cathy selalu menyimpan perasaan khusus pada anak laki-laki itu. Ia pun tak segan-segan mengungkapkannya pada semua orang, dan apa pun yang pernah ia lakukan untuk pria-pria tampan lain, Cathy selalu memberikan Richard perlakuan lebih spesial. Richard anggun, manis, tampan, dan sopan. Ia benar-benar tergila-gila pada anak laki-laki ini, mengubah seluruh pandangannya tentang cinta, dan sangat serius mengharapkan kisah cintanya yang satu ini.

Cathy merasakan kebahagiaan yang besar ketika Richard menyatakan cinta. Banyak hal yang berubah dari dalam dirinya. Sifat Richard yang tenang dan melindungi telah membuatnya menjadi gadis manja yang lebih membuka diri dan menerima kerapuhannya sendiri. Sang Pangeran yang selalu melindungi hatinya, membuat kabut yang berbekas sejak kepergian ayahnya dulu, perlahan-lahan menghilang.

Cathy tidak pernah menyangka bahwa Sang Pangeran yang memberi harapan itu justru tega menghancurkan hatinya. Saat Richard menyatakan bahwa ia menyukai Julie, luka di hatinya terbuka lagi.

Sejak dulu ia selalu takut ditinggalkan dan tidak diinginkan. Adanya pihak ketiga yang harus disalahkan adalah jawaban atas krisis kepribadian yang dialaminya. Ia tidak ingin merasa tidak diharapkan. Sebagaimana kemarahan saat ayahnya menelantarkannya demi perempuan lain, maka dengan cara yang sama, ia kali ini memilih percaya bahwa kepergian Richard adalah kesalahan orang ketiga. Pengingkaran atas rasa percaya dirinya yang begitu rendah membuatnya memilih menyalahkan Julie.

Ini semua salah Julie.

Cathy sudah merasakan keresahan sejak Julie mulai terkenal dengan julukannya sebagai “The Unbeatable.” Sejak anak laki-laki berbondong-bondong mendekati Julie dengan alasan yang tidak masuk akal, orang-orang di Nimber berspekulasi kalau Richard suatu saat nanti pasti bertekuk lutut pada Julie. Ide itu begitu menakutkan, seperti penghancur semua harapannya yang mulai tumbuh. Sialnya, meskipun Cathy terus berdoa semoga Richard tidak akan pernah melakukannya, akhirnya mimpi buruknya malah jadi kenyataan.

Richard memang mencintai Julie. Richard tak pernah mencintainya sama sekali.

Cathy merasa dikhianati, sakit hati yang terulang lagi dan kesedihan yang selalu dihindarinya dari dulu itu membuatnya begitu terguncang. Ia memutuskan meninggalkan mereka, orang-orang yang ia percaya akan menghancurkan hatinya lagi. Hanya Cassandra yang masih bisa ia percaya. Seperti yang pernah terlintas di pikirannya dulu, ia pun bergabung dengan Pinky Winky. Sebuah pelarian yang tidak benar-benar diinginkannya.

Cathy harus mengakui kalau sesungguhnya ia merindukan teman-temannya. Cassandra benar, tanpa The Lady Witches semuanya tak pernah sama, gadis itu selalu menasehatinya. Tak peduli sekeras apa pun Cathy memungkiri kenyataan ini, bahkan meskipun Pinky Winky terlihat menarik dari luar kelompok, tak ada yang bisa menggantikan Kayla, Jessie, Julie, Cassandra, dan Lucy dari hatinya. Ia merindukan kebersamaannya dengan mereka, gadis-gadis heboh yang berlebih-lebihan, dramatis, gila, baik hati, dan selalu menyenangkan.

Juga Julie.

Cathy menelan ludahnya. Sekarang ia baru sadar, ternyata justru Julielah yang dulu menarik perhatiannya untuk menjadi bagian dari The Lady Witches. Pertemuan pertamanya dengan pasangan Julie-Jessie pada hari kedua di Nimber waktu itu, merupakan awal dari segalanya. Ada daya tarik aneh yang ganjil yang membuatnya ingin mendekati mereka berdua. Daya tarik yang ia pikir tak mampu dilihatnya dan hanya menarik perhatian para anak laki-laki buta yang mengejar-ngejar Julie—Cathy baru sadar ternyata ia sendiri selama ini justru telah terpikat oleh sihir itu. Sejak pertama mereka bertemu.

Pesona Julie Light.

Cathy mengingat bagaimana keunikan kepribadian Julie telah membuatnya tergoda ingin bergabung dengan teman-temannya lamanya dari Springbutter—Kayla dan Jessie—bahkan meskipun ia baru saja mengenal mereka. Gadis itu memang menarik. Dengan alasan yang tidak bisa dijelaskan, gadis itu memang pantas disukai. Bukan kecantikan atau kecerdasan, namun ada sesuatu dalam diri Julie yang memancarkan feromon itu. Ketulusan hati seseorang yang kikuk dan bodoh yang selalu tertawa dengan orang-orang di sekelilingnya, dengan kehangatan pertemanan yang selalu terbuka untuk siapa saja. Sesuatu yang selalu Cathy pungkiri selama ini, namun sekarang ia dapat melihatnya dengan sangat jelas.

Sesuatu yang membuat Richard pantas mencintainya.

Cathy menelan ludahnya. Kebaikan hati Julie bahkan membuatnya semakin merasa dirinya terlalu jahat. Ia menghabiskan hampir seluruh waktunya di masa lalu untuk mengkhawatirkan jika Julie akan merebut kekasihnya dan membenci Julie karena ketakutannya itu menjadi kenyataan, namun hari ini sahabatnya telah mengorbankan dirinya sendiri demi menyelamatkannya. Cathy tak mengerti kenapa ia selama ini begitu buta oleh rasa cemburu dan kemarahan, namun ia melampiaskannya pada orang-orang yang salah. Sahabat-sahabatnya bukanlah penyebab perceraian kedua orangtuanya. Mereka adalah penyembuh lukanya, penjaga hatinya, yang selama ini ia pikir akan ia temukan dari seorang pangeran, namun Cathy lupa bahwa ada yang lebih meneduhkan daripada kehadiran pria impian pengganti ayahnya yang telah pergi meninggalkannya.

The Lady Witches. Geng bodoh yang selalu membuatnya tertawa.

Sahabat-sahabatnya.

Dan sekarang Cathy sadar, ia telah menghancurkan segalanya. Julie yang begitu baik dan ia benci selama ini, sekarang meregang nyawa karena keegoisannya yang jahat.

Cathy menunduk dan menangis lagi.

***

BACA SELANJUTNYA >>

Iklan

30 thoughts on “23 – Pengakuan

  1. Ping-balik: CATATAN DARI PENULIS (73) | Naya Corath

  2. Ping-balik: 22 – Teman (6) | Naya Corath

  3. Ping-balik: Daftar Isi | Naya Corath

    • Update terbaru sudah ku-publish yaa zhu 😀

      Oh iya, novel terbaruku sudah muncul. Kalau kamu mau pre-order, kasih tau aku ya 😀 (sebelum tanggal 26 November 2015). Ada bonus ttd

      Novel Eternal Flame

    • Sudah ku-update kok hehehe 😀

      Oh iya, novel terbaruku sudah muncul. Kalau kamu mau pre-order, kasih tau aku ya 😀 (sebelum tanggal 26 November 2015). Ada bonus ttd

      Novel Eternal Flame

    • Kelanjutannya sudah bisa dibaca lagi, mba jint hehe 😀

      Oh iya, novel terbaruku sudah muncul. Kalau kamu mau pre-order, kasih tau aku ya 😀 (sebelum tanggal 26 November 2015). Ada bonus ttd

      Novel Eternal Flame

  4. Cara mnyampaikan perasaannya bnar bnar rapi dan mengalir. Makin hebat nih kayaknya. suka sama part ini, cara penyampaiannya benar benar menyentuh. Dalam kyak air laut hehehehe….

    Kelanjutannya jngan lama lama ya. Sukses terus.

    • Terima kasih Mala.. Kelanjutannya sudah ku-publish lagi 😀

      Oh iya, novel terbaruku sudah muncul. Kalau kamu mau pre-order, kasih tau aku ya 😀 (sebelum tanggal 26 November 2015). Ada bonus ttd

      Novel Eternal Flame

  5. Dek richard mana.. julie kecelakaan dek. 😦

    Baguslah cathy mulai sadar.. ditunggu pengakuan selanjutnya.. semangat ya mba nulisnya.. tiap minggu kalo bisa.. hoho

    • Hehehe.. Aku juga maunya tiap minggu kalo bisa.. Mudah-mudahan besok-besok bisa lebih cepat lagi
      Update terbaru sudah ku-publish Hime chan 😀

      Oh iya, novel terbaruku sudah muncul. Kalau kamu mau pre-order, kasih tau aku ya 😀 (sebelum tanggal 26 November 2015). Ada bonus ttd

      Novel Eternal Flame

  6. Sudah Ku bilang kan, Julie itu spesial banget, jangankan yg ada di dekat dia, aku yg baca ajah jadi tertarik dan jatuh cinta sama kekonyolan Julie… Hehehehe
    Jadi, Aku makin penasaran, Is the “LIGHT” goes out?..
    Pliss Jangan yaaa.

    • Kelanjutannya sudah ku-update lagi, Iyand 😀

      Oh iya, novel terbaruku sudah muncul. Kalau kamu mau pre-order, kasih tau aku ya 😀 (sebelum tanggal 26 November 2015). Ada bonus ttd

      Novel Eternal Flame

  7. Ini KEREN kak!! Bener deh? Aku udah mengikuti part demi part nya dan akhirnya berakhir disini. Novel ini benar-benar membuatku berharap banyak. Aku berharap kakak gak menelantarkan novel ini (karna kulihat kakak update ini 22 Oktober, sekarang udah tanggal berapa kak?), berharap ini happy ending dengan katasfora yang tidak terduga, Julie berpasangan dengan Ricard (karena jujur, aku lebih suka mereka berpasangan), semua konflik juga berakhir dengan baik dan tidak terduga, dan harapan lain yang mungkin tidak bisa kusebutkan satu-persatu. Maaf kalau mungkin komentarku agak menyinggung kakak. Tapi aku udah bener-bener JATUH CINTA sama cerita ini. Dan aku gak mau kakak gak ngelanjutin cerita ini. Aku yakin semua yang comment disini pasti berharap begitu. Aku sudah mem follow blog kakak ini hanya untuk mengharapkan cerita itu. Sekali lagi aku minta maaf kalau komen ku agak pedas. Dan sekali lagi, karena aku udah TERLALU SUKA sama cerita kakak. Aku harap kakak mengerti :’)

    • Terima kasih ya Mimi. Aku suka kok membaca komentarmu.. ^_^
      Update terbarunya sudah ku-publish lagi yaa

      Oh iya, novel terbaruku sudah muncul. Kalau kamu mau pre-order, kasih tau aku ya 😀 (sebelum tanggal 26 November 2015). Ada bonus ttd

      Novel Eternal Flame

  8. Nah loh, baru sadarkan sekarang. Dari awal aja aku udah jatuh cinta sama si Julie ini apalagi kalau si Jessie udah muncul juga 😀

    Sayangnya, Cathy menyalahkan orang yang salah. mengharapkan sesuatu pada orang yang tak pasti dan mengabaikan kebahagiaan secara tak langsung yg ditawarkan oleh temen2nya.

    • Postingan terbaru sudah muncul yaa Reyya. Ada Jessie kok, tenang aja hehehe 😀

      Oh iya, novel terbaruku sudah muncul. Kalau kamu mau pre-order, kasih tau aku ya 😀 (sebelum tanggal 26 November 2015). Ada bonus ttd

      Novel Eternal Flame

  9. Ping-balik: CATATAN DARI PENULIS (74) | Naya Corath

    • Hehehe iyaa… Pre ordernya sudah tutup.
      Tapi kamu bisa datang ke launching bukunya tanggal 14 Februari ini. Semua penulis datang lengkap. Ada talkshow juga tentang dunia penulisan dan penerbitan novel kolaborasi.
      Sampai ketemu di Gramedia Matraman! 😉


      launching-yesterdayinbandung

      Jangan lupa, tanggal 14 FEBRUARI 2016 ini, jam 11 siang di AULA GRAMEDIA MATRAMAN…. kalian bisa ketemu aku, 9 penulis Elex, dan Jenny T. Faurine sang penulis best seller #1 Elex Media, di acara launching novel kolaborasiku ETERNAL FLAME“.

      Kalian juga bisa hunting tanda tangan, karena 10 penulis yang berasal dari berbagai kota ini akan hadir semuanya, LENGKAP!

      Oh yaa… Nanti di sana ada PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA DAN KUIS JUGA. YANG MAU IKUT LOMBANYA, KLIK DI SINI YAA.

      Sampai ketemu di Gramedia Matraman! 😉

      1866450-130525000143

Komentar kamu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s