12. Rahasia (3)

Comments 32 Standar

53ada76340db481243d1f27754c72c6c

Richard melihat Julie dari kejauhan.

“Jadi, kau menyukainya, kan?”

Richard mengernyitkan keningnya. Ia menatap Nick seperti melihat seorang makhluk asing. Anak laki-laki itu melontarkan pertanyaan yang terdengar tidak masuk akal. Nick memainkan alis matanya sehingga alisnya naik-turun dan memamerkan senyuman menggoda. Richard mendesah heran dan menggelengkan kepalanya.

“Tidak,” jawab Richard.

Nick tertawa.

Ia merangkul pundak Richard dan berbisik padanya. “Aku tahu.”

Mereka berjalan menuju kelas mereka yang berada di lantai atas. Tak jauh dari mereka, Julie tampaknya baru saja turun dari tangga dan gadis itu berjalan membelakangi mereka menuju ke ruang kelasnya di lantai dasar. Nick tersenyum melihat ekspresi Richard yang terlihat sangat menarik karena anak laki-laki berkulit pualam itu meneruskan  langkahnya dengan tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Nick sejujurnya tidak menyangka kalau dirinya akan bertemu dengan Richard lagi di antara geng The Lady Witches. Nick dan Richard memang sama-sama sekelas di Kelas Sejarah Dunia dan mereka cukup sering menghabiskan waktu bersama sebelum akhirnya bertemu dengan Cathy dan Jessie di kafetaria tadi siang. Meskipun demikian, temannya yang tak banyak bicara ini menyimpan cukup banyak misteri di tengah kecerdasan dan ketampanannya yang melegenda itu, dan kedekatan mereka berdua setidaknya masih menyisakan satu pertanyaan lagi yang benar-benar membuat penasaran Nick dan terus-menerus ditahannya sejak tadi siang.

“Aku melihat gelagatmu yang aneh di kafetaria tadi,” kata Nick. “Kau selalu terlihat tidak nyaman setiap kali mereka membicarakan Jerry. Mungkin aku salah, tapi kupikir memang ada sesuatu di antara kalian.”

Nick mempererat rangkulannya di pundak Richard.

“Mengaku saja,” kata Nick. “Kau menyukai Julie, kan?”

Richard tidak menjawab. Ia memandangi lantai dan mempercepat langkahnya kakinya. Nick mengikuti ritme langkah kaki Richard sambil bersenandung pelan.

“Jadi?” tanya Nick.

“Aku bersama dengan Cathy sekarang,” kata Richard dengan tegas. “Kurasa kau sudah tahu jawabannya, Nick.”

Segerombolan gadis berjalan mendekati mereka dan memandang mereka dengan pandangan takjub. Salah seorang dari mereka menunjuk-nunjuk dan beberapa orang yang lainnya berteriak kegirangan saat mereka berpapasan. Beberapa dari mereka sangat berisik, seperti burung camar. Tapi tak ada mengalahkan The Lady Witches dalam keberisikan mereka di seantero sekolah. Gadis-gadis itu bahkan lebih berisik daripada raccoon yang sedang berpesta.

Nick menghembuskan napasnya dengan kencang sehingga bulu-bulu hidungnya bergelantungan tertiup angin. Ia menghentikan langkahnya.

“Richard, Richard—baiklah. Ikuti aku sebentar,” kata Nick. Ia menarik tubuh Richard dan menyeretnya perlahan-lahan menuju tempat yang lebih sepi. Ia menemukan sebuah sudut di ujung koridor yang tidak mencolok dan tubuhnya merapat ke dinding.

“Aku akan memberitahukanmu satu rahasia. Ini hanya ada di antara kita saja, ya.”

“Rahasia?” tanya Richard.

“Ya. Rahasia,” jawab Nick. “Karena kau ada di antara The Lady Witches bersama denganku dan kurasa posisi kita cukup seimbang—kita satu-satunya laki-laki di kelompok mereka, kan? Maka aku akan menceritakan rahasia ini padamu. Hanya padamu saja, aku belum pernah cerita ke orang lain. Aku percaya padamu, Richard. Kau berjanji tidak akan membocorkannya, kan?”

Richard mengangguk penasaran.

“Baiklah, begini ceritanya,” kata Nick. “Kau tahu? Dulu aku juga sangat menyukai Julie.”

Nick tertawa sambil menggosok hidungnya. “Ya. Sebelum aku bersama dengan Jessie, aku sangat menyukai Julie. Maksudku—ayolah, siapa yang tidak menyukainya?”

Richard memperhatikan Nick dengan seksama. Nick tidak pernah menceritakan hal ini sebelumnya. Biasanya mereka memang hanya membicarakan tentang permainan-permainan yang paling seru dimainkan di PC, PlayStation, XBox, atau PSP, atau membahas tentang tugas-tugas Sejarah Dunia.

“Aku sempat beberapa kali mencoba mendekati gadis itu, tapi tampaknya usahaku sama sekali tak ada yang berhasil. Mereka kira aku bercanda, padahal aku memang benar-benar menyukainya.”

Nick tertawa.

“Akhirnya, aku menyerah juga,” kata Nick sambil mengangkat tangan. “Julie terlalu sulit untuk ditaklukkan. Dia bahkan tidak menyadari kalau aku sebenarnya memang menyukainya. Tidak ada yang berhasil menaklukkan gadis itu, Richard. Tidak ada. Julie—The Unbeatable. Kurasa julukan itu benar 100%.”

“Dan kemudian aku bertemu dengan Jessie. Aku jatuh cinta pada Jessie dan menghentikan usahaku mendekati Julie. Akhirnya kau tahu, kan? Aku bersama dengan Jessie sekarang.”

“Ini rahasia kita, ya?” bisik Nick. “Kalau Jessie tahu, aku bisa dibunuh nanti.”

“Apa kau masih menyukainya?”

Richard memandang Nick dengan penuh arti.

“Tentu saja! Tapi aku lebih menyukai Jessie sekarang,” kata Nick sambil tertawa. “Julie terlalu sulit dijangkau, sedangkan Jessie yang konyol benar-benar cocok dengan belahan jiwaku.”

“Kau mau tahu apa yang kusukai dari Julie?” kata Nick. “Dia sangat menyenangkan. Yah—kuakui dia juga menyebalkan dan tapi dia pun gadis yang menyenangkan. Aku tak tahu kenapa, tapi dia selalu membuatku merasa ingin tertawa.”

Nick melanjutkan kata-katanya dengan penuh semangat. Wajahnya terlihat berseri-seri. Ia melipat jari-jarinya sendiri dengan gemas.

“Dia sangat cuek, tapi di saat yang bersamaan juga bisa terlihat sangat kikuk,” kata Nick. “Gadis itu benar-benar unik dan sangat menarik. Tidak bisa ditebak dan tingkahnya itu sangat lucu. Mengagetkan. Aneh. Ganjil. Sesuatu yang membuatmu selalu penasaran.”

Richard terdiam sejenak.

“Kau benar.”

Nick tersenyum penuh kemenangan. “Kau menyukai Julie, kan?”

Richard menahan senyumnya.

“Nah, berarti memang benar dugaanku,” kata Nick sambil terkikih. “Kau benar-benar jarang terlihat dengan Julie, itu sebabnya aku tak pernah menyadarinya sampai kejadian tadi siang. Tapi puisi itu—kenapa kau jadian dengan Cathy?”

Richard menggeleng.

“Entahlah.”

Richard menarik ujung bibirnya. Ia tak dapat lagi menyembunyikan perasaannya. Kali ini ia benar-benar membutuhkan seseorang yang bisa diajak bercerita. “Aku hanya ingin berada di dekatnya. Itu saja.”

Nick menepuk punggung Richard seperti seorang saudara laki-laki. “Yeah. Alasan klasik,” kata Nick. “Tapi, kenapa kau malah jadian dengan Cathy? Kau menyukai Julie, kan? Kau ingin membuatnya cemburu?”

Richard mendesah dengan napas yang berat.

“Aku tak tahu,” kata Richard. “Aku benar-benar tak tahu apa yang harus kulakukan. Aku tak pernah punya kesempatan untuk mendekatinya. Dia selalu menjauhiku. Aku benar-benar bingung.”

“Tapi Cathy—” kata Nick sambil mengerang. “Aku pikir itu bukan keputusan yang bagus. Itu adalah sebuah kesalahan besar, Kawan. Kesalahan besar.”

“Gadis itu benar-benar membingungkan, Nick. Aku tak tahu lagi apa yang harus aku lakukan. Kau bisa memberitahuku?” tanya Richard.

Nick mengerucutkan bibirnya. Ia menggeleng.

“Baiklah, baiklah. Aku mengerti situasimu,” kata Nick. Ia terlihat pasrah dan simpati. “Aku pun juga sama tidak tahunya seperti kau, Richard. Dia memang gadis yang membingungkan.”

Richard menunduk lemah.

“Yah. Kupikir kau memang benar,” kata Richard pesimis. “Gadis itu memang tidak terjangkau olehku.”

Nick masih merasa belum puas dengan situasi yang berlangsung saat itu.

“Tapi, Cathy. Cathy, Richard,” kata Nick dengan sangsi. “Cathy kan galak dan posesif. Kau yakin benar-benar ingin pacaran dengannya? Atau jangan-jangan kau belum tahu?”

“Aku tahu,” kata Richard. “Aku akan tetap meneruskan hubunganku dengan Cathy. Kuharap aku bisa menyukai Cathy seperti kau menyukai Jessie sekarang, dan mulai melupakan Julie.”

Nick menepuk-nepuk punggung Richard. “Tenanglah, Kawan. Lagipula kau sangat beruntung,” kata Nick. “Kau digila-gilai oleh Cathy, wanita yang paling cantik di Nimber yang digila-gilai oleh semua orang. Kurasa kau akan cepat melupakan Julie. Lihatlah sisi positifnya. Pacaran dengan Cathy, siapa yang tidak mau? Kalau berada di posisimu, aku juga mau.”

Richard mengerutkan keningnya.

“Dengan seizin Jessie, tentunya,” kata Nick sambil tergelak. Ia mengacungkan jari telunjuknya dan menempelkan jari itu ke bibirnya dengan hati-hati.

“Sst. Ini rahasia kita, ya? Jangan sampai ada orang yang tahu. Apalagi Jessie,” kata Nick. “Julie, Cathy, Kayla, Lucy, Cassandra. Mereka juga sama saja.”

Nick melihat Ms.Watson sedang berjalan mendekat sambil membawa setumpuk kertas yang kelihatannya seperti hasil ulangan Sejarah Dunia minggu kemarin. Nick mengajak Richard berjalan kembali menuju ke kelas mereka.

“Pokoknya tidak boleh ada yang tahu, oke?” kata Nick. “Tidak The Lady Witches, tidak siapapun. Aku juga akan menjaga rahasiamu.”

Richard mengangguk.

“Baiklah,” kata Richard sambil tersenyum.

“Ini rahasia.”

 

BACA SELANJUTNYA >>

Iklan

32 thoughts on “12. Rahasia (3)

  1. wah ternyata Richard sebenarnya suka sama Julie
    mereka sama-sama suka tp saling tak menyadari
    huft…..
    Lanjut lagi ya!!
    SEMANGAT

  2. Julie itu harus dikasih pelajaran supaya sadar tentang perasaannya.. Gregetan bgt sama Julie yg oonnya gak ketulungan >.<

    kasian kn Richard. Masa dpt pelarian ky Cathy :^(

    • gimana caranya ngash pelajaran ke Julie ??

      hummm mungkin memang Julie tertarik sama Richard, tp kenapa da sama sekali gak jealous ya,
      kelihatannya Julie ini memang bener2 tampang orang yang pengennya gak ribet, gak kena masalah, apalgi sama The Lady Bitches …
      mungkin dari situ, Julie memutuskan gak mikirin Richard cmiiw
      haha

      Lah Richard coba kenapa dia pake acra pelarian ke Cathy? itu bener2 kesalahan yang besar, seorang Cathy???
      cckckkckk

  3. Akhirnyaaaaa, udah lama bgt nunggu kelanjutan cerita ini dan pas baca dpt sebuah kejutan menarik. Tuhh kan richard emg suka sma julie. Smoga gak sma kya nick ya nasibnya. Part selanjutnya di tunggu sangatttttt. Fighting nulis ny ya!!

  4. ahhh kerenn….. akhirnya richard mengaku suka sama julie…jangan menyerah dong richard! tetap kejar julie!
    lanjut…lanjut…lanjut

  5. apaaaa???? jadi ini yang di maksud ‘rahasia’ ka nay hohohooho
    yah memang siapa yang bsa menolak pesona Julie,
    The Unbeatable wkwkwkwk

    Richard berharap bsa melupakan Julie dan mnyukai Cathy seperti Nick menyukai Jessie? hohoho coba sajaaa, kalo Julie mulai d deketin Jerry pasti Richard akan terbakar cemburu, aihhh tidak sabar.
    Pengen d banyakn scene Jerry-Julie aja nih
    J-J so sweet…
    pengen manas2in Richard XD

    Jadi mari kita lihat siapa yang bisa menjinakkan Julie, Jerry or Richard :XD

    i’m so excited…
    gomawo fot the sweet story ka nay :XD

  6. Hallo.. Aku reader baru.. Panggil aja yani.. Nama authornya syapa ya? Salam kenal author… Sebenernya udh lama alamat WP ini aku simpen di bookmarks tp G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ tau isinya apa Нę².. “̮ нę².. “̮ нę².. “̮ нę².. *lupa nemu dmn* eh pas baca part pertama ketagihan sampe baca part ini dlm 2 hr doang. Sampe lupa mandi НīĬ:DнīĬ:DнīĬ:D НīĬ:DнīĬ:D

    Kalu aku mgkn beda pendapat dr yg lain ya.. Aku suka pasangan jerry ♡̬ julie… Merasa cocok aja ama mrk.. Abis baca part ini richard nya egois mw deketin julie malah pacaran ama cath.. Nanti kalu kejadian apa2 persahabatan mrk ancur.. Pdhl mrk udh klop bgt.. Pny kepribadian yg berbeda2… Jd mending jerry-julie, cath-richard, jesse-nick, kay-steve… Ditunggu dtgnya pangeran utk cas ama lucy 😉

  7. kak onyaaaaa >.<
    surprise banget baca ini
    Baaru skali ini ada edisi richardnyaaaa
    hahahaaa pdhal slma ini aku ngrasa richard blum ada kesan ama julie
    ternyata. . . . .
    hahaa…great job sista ^___^

  8. richard itu kesalahan yang palling besar seorang cathy yang benar saja pingin getokin kepalanya richard dech
    dan kyaknya julie memang harus di bikin cemburu dech biar dia sdar klu dia jga udh mulai suka sma richard
    sumpah ceritanya ini benar” bikin penasaran banget
    semoga richard tetap suka sma julie dan gak suka ama cathy
    semangat ya kak nulisnya ^_^

  9. Ping-balik: Daftar Isi | Friday's Spot

  10. Ping-balik: 12. Rahasia (2) | Naya Corath

Komentar kamu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s