08. Perubahan (2)

Comments 18 Standar

Kejadian tadi siang membuat Julie dicap sebagai Tante Genit Perusak Mood Jam Makan Siang Para Gadis Cantik Jelita dengan Mitos Palsu Hubungan Cinta yang Sudah Pasti Bohong oleh gadis-gadis The Lady Witches.

Julukan terpanjang yang pernah dimilikinya. Seumur hidupnya.

Julie sendiri tidak mengerti apa yang salah dengan ide yang menggelikan itu—meskipun tentu saja ia pun tidak benar-benar serius—tetapi membayangkan lagi betapa paniknya gadis-gadis itu tadi ketika ia mengatakan kalau ia sangat mencintai Richard itu benar-benar sangat lucu.

Seperti membayangkan ayam yang kebakaran jenggot.

Itu saja sudah membuat perutnya sangat geli.

Secara umum, acara makan siang di kafetaria tadi cukup menyenangkan. Cathy mungkin sempat ngambek beberapa lama gara-gara Julie menggoda soal Richard tadi, tapi ketika Jessie mengumumkan bahwa ia akhirnya jadian dengan Nick, semua orang langsung bersuka cita. Mereka melupakan kalau tadi mereka hampir saja kehilangan nafsu makan gara-gara ulah Julie Light, dan akhirnya mereka lebih berfokus pada cerita jadiannya Jessica Walter dan Nicholas White.

Nick memang sudah lama tampak sangat menyukai Jessie, dan terlebih lagi kedua orang itu pun memang sudah terlihat sangat serasi gilanya—ya, menurut Julie dua-duanya sama-sama sakit jiwa. Berita bahagia tentang hubungan resmi di antara mereka berdua, tentu saja sudah menjadi berita yang sangat dinanti-nantikan oleh geng mereka.

Jessie berkata kalau ia nanti akan mulai sering mengajak Nick makan siang dengan mereka berenam. Dengan kehadiran Nick, segalanya tentu akan menjadi sangat berbeda. Sialnya, Julie mungkin harus bersiap-siap juga dengan serangan mental dari bulu hidung Nick yang berkibar-kibar itu. Julie tak habis pikir, mengapa hidupnya tidak bisa lebih mudah. Di saat Julie sudah tidak lagi bermasalah dengan kehadiran Richard sekarang, entah kenapa kali ini ia justru akan menghadapi tantangan batin jenis baru lagi, dengan hadirnya Nick Si Bulu Hidung Panjang—tidak hanya di kelas Musik saja, tapi bisa jadi hampir setiap jam makan siang di kafetaria.

Umh. Julie tidak sedang ingin memikirkannya sekarang.

Lucy pun membawa berita baik. Dengan prestasinya sebagai salah satu murid kelas 10 dengan nilai terbaik di Nimber, ia berhasil terpilih sebagai kandidat penerus Emma Huygen di kompetisi akademis antar sekolah. Dan dari sini akhirnya terkuak juga penyebab mengapa Emma Huygen tidak pernah mengganggu hubungan Cathy dan Jake. Emma ternyata benar-benar mendapatkan beasiswa ke luar negeri, dan baru akan kembali beberapa bulan ke depan. Dan pengikut-pengikut Emma yang dulu pernah ikut melabrak Cathy itu pun ternyata tidak ada apa-apanya dibanding ketika mereka berlindung di balik ketiak Emma. Mereka sekarang tidak pernah muncul lagi, bersikap normal seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.

Cathy terlihat benar-benar senang mendengar berita ini.

Julie sendiri, turut bahagia saat mendengar kabar-kabar yang menggembirakan dari sahabat-sahabatnya itu. Tak ada yang lebih menyenangkan lagi baginya selain hidup yang penuh optimistik dan tanpa masalah, dan terlebih lagi ia sendiri pun akan menyambut kenaikan jabatannya di klub koran sekolah sebagai editor junior—jabatan yang dijanjikan oleh Jerry padanya beberapa hari yang lalu.

Hidupnya benar-benar terasa menyenangkan akhir-akhir ini.

Sayangnya, kesenangan Julie tidak berlangsung lama, karena Miranda Alonski—ketua kelas Prancis di kelas Julie—datang membawa kabar buruk yang akan mengubah kebahagiaannya hari itu menjadi berubah seratus delapan puluh derajat. Saat Julie baru saja keluar dari toilet perempuan dan sedang berjalan kembali menuju ke ruang kelasnya di akhir jam sekolah sore itu, Miranda memandangnya dari kejauhan dan mulai berjalan ke arahnya.

“Kau dipanggil M.Wandolf ke ruangannya,” kata Miranda.

Garis wajah Miranda yang keras dan tegas itu memang sangat khas, namun entah mengapa kali ini justru menambahkan kesan angker dari pesan yang dibawanya itu. Dan yang paling Julie takutkan, hal ini pasti menyangkut kesalahan yang telah ia lakukan di kelas Prancis beberapa waktu yang lalu. Julie merasakan firasat yang sangat buruk.

Julie menelan ludahnya.

“Sekarang.”

***

BACA SELANJUTNYA >>

Iklan

18 thoughts on “08. Perubahan (2)

  1. Hana nunggunya dah lama banget kak, akhirnya diupdate juga. Fiuhh

    SUKA-SUKA *teriak pake toa
    hana paling suka kalo si Julie dapat bencana, haha *evil laugh
    pasti ada saja adegan lucu yang terjadi

    Lanjuttt lagi kak ^o^ yang panjanggg
    oia, katanya kaka sakit ya ??
    Cepat sembuh ya kak 🙂

  2. uhuhuu..hanya smpai disini sajakah cerita julie???

    “kak sonya, ceritanya lanjutin lagi yuk..”
    *kedip-kedip pasang muka merajuk*
    wkwkwk…but i will wait patiently for your story sis, cause i love it so much XD
    btw i like julie’s new called..”Tante Genit bla bla bla bla”…ahahaa ^^

  3. wow???namanya sama kayak aq Sonya…ya udah deh sesama ppemilik nama Sonya harus saling mendengarkan dengan baik ya….lanjutin dong ceritanya..penasaran nieh…hehehhe

  4. Ping-balik: Daftar Isi | Friday's Spot

  5. Ping-balik: 08. Perubahan | Naya Corath

Komentar kamu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s