CATATAN PENULIS (69)

Comments 205 Standar

Halo teman-teman! :D

Kali ini, aku menulis cerita dari sudut pandang Nick.

Nicholas White, ingat kan? Hehehe.. Aku ingat beberapa waktu yang lalu ada pembacaku yang nge-fans banget sama Nick dan minta Nick dimunculin lagi sering-sering. Sekarang duet Nick-Julie di Kelas Musik bisa kalian baca di postingan kelanjutan ini.

Update terbaru novel blog Friday’s Spot: Julie Light dan Kelas Prancis bisa di baca di link ini,

Bab Teman – Part 2

Aku sangat senang kalau kalian berkenan meninggalkan komentar dan saran-saran untuk setiap update yang kulakukan. Tulisan-tulisan dari kalian selalu membuatku bersemangat untuk menulis kembali. Semoga aku bisa memberikan update terbaru secepatnya ya!

Selamat membaca! ;)

***

PS :

Aku sebenarnya sudah menentukan ending dari blog novel Friday’s Spot – Julie Light dan Kelas Prancis ini. Tapi… sebenarnya aku masih galau. Belum fix banget.

Ada beberapa alternatif yang lagi kupikirkan. Aku lagi galau mau pilih yang mana. Makanya, masukan dan comment-comment kalian sangat berarti untukku, bikin aku tercerahkan lagi akan ide-ide baru dari kalian yang mungkin tidak kupikirkan sebelumnya.. Hehehe :D

Jangan lupa comment di blog post-ku.. Ditunggu ya! ;)

 

BACA DARI AWAL (DAFTAR ISI)

tbird@NAYACORATH || facebook-like-button@NAYACORATH

 


Book Trailer dari novel terbaruku:


>> UPDATE TERBARU >>

Aku menulis blog update tentang pengerjaan novel terbaruku yang berjudul “ETERNAL FLAME”

11742807_1615858625321920_8766650737236796461_n

Coba cek isinya di sini yaa!

[BEHIND THE SCENE] Novel Eternal Flame

Selamat membaca!


>> UPDATE TERBARU >>

Seperti yang kujanjikan.. :D

Aku membagikan e-book gratis untuk teman-teman pembaca blogku, silakan klik di postingan “Bagi-bagi E-Book Motivasi #NayaQuote GRATIS!”

11751468_1618653588375757_4799274557439409812_n


>> UPDATE TERBARU >>

Video #NayaTalk pertama-ku, tentang perubahan format novel blog Naya Corath.

 

Daftar Isi

Comments 71 Standar

Blog novel kali ini adalah seri Friday’s Spot : JULIE LIGHT DAN KELAS PRANCIS. Update yang kulakukan biasanya dua minggu sekali, kadang-kadang lebih sering, kadang lebih lama.. Tergantung ilham dari Tuhan. Hehehe.

Kisah ini menceritakan tentang Julie Light dan kekonyolan-kekonyolan yang dilakukannya saat menghadapi Kelas Prancis di sekolah barunya, Nimberland High School (NIMBER). Ada beberapa konflik kecil yang kutambahkan, beberapa seru-seruan ala SMA, sedikit komedi yang bisa menghibur di kala kalian merasa suntuk (yaa sedikit haha).. It’s just for fun… So, I hope you guys like it! :D

Berikut ini aku paparkan daftar isi dari masing-masing bab yang ada di blog post ini (silakan klik link-nya untuk mengakses halaman tersebut):

BAB I – FRANCHOPHOBIA

  1. Franchophobia – bagian 1
  2. Franchophobia – bagian 2
  3. Franchophobia – bagian 3
  4. Franchophobia – bagian 4

BAB II – CATHY PIERRE

  1. Cathy Pierre – bagian 1
  2. Cathy Pierre – bagian 2

BAB III – SANG PANGERAN

  1. Sang Pangeran – bagian 1
  2. Sang Pangeran – bagian 2
  3. Sang Pangeran – bagian 3

BAB IV – JULUKAN

  1. Julukan – bagian 1
  2. Julukan – bagian 2

BAB V – PERTEMUAN

  1. Pertemuan – bagian 1
  2. Pertemuan – bagian 2

BAB VI – KELAS PRANCIS

  1. Kelas Prancis– bagian 1
  2. Kelas Prancis – bagian 2
  3. Kelas Prancis – bagian 3

BAB VII – LIPUTAN

  1. Liputan – bagian 1
  2. Liputan – bagian 2
  3. Liputan – bagian 3
  4. Liputan – bagian 4

BAB VIII – PERUBAHAN

  1. Perubahan – bagian 1
  2. Perubahan – bagian 2
  3. Perubahan – bagian 3

BAB IX – PENYELAMAT

  1. Penyelamat – bagian 1
  2. Penyelamat – bagian 2
  3. Penyelamat – bagian 3

BAB X – KRISIS

  1. Krisis – bagian 1
  2. Krisis – bagian 2
  3. Krisis – bagian 3
  4. Krisis – bagian 4

BAB XI – KEJUTAN

  1. Kejutan – bagian 1
  2. Kejutan – bagian 2
  3. Kejutan – bagian 3

BAB XII – RAHASIA

  1. Rahasia – bagian 1
  2. Rahasia – bagian 2
  3. Rahasia – bagian 3

BAB XIII – HARI YANG DITUNGGU

  1. Hari yang Ditunggu – bagian 1
  2. Hari yang Ditunggu – bagian 2
  3. Hari yang Ditunggu – bagian 3

BAB XIV – PERAYAAN

  1. Perayaan – bagian 1
  2. Perayaan – bagian 2
  3. Perayaan – bagian 3

BAB XV – ANCAMAN

  1. Ancaman – bagian 1
  2. Ancaman – bagian 2
  3. Ancaman – bagian 3
  4. Ancaman – bagian 4
  5. Ancaman – bagian 5

BAB XVI – SESI KEJUJURAN

  1. Sesi Kejujuran – bagian 1
  2. Sesi Kejujuran – bagian 2

BAB XVII – YANG SEBENARNYA

  1. Yang Sebenarnya – bagian 1
  2. Yang Sebenarnya – bagian 2
  3. Yang Sebenarnya – bagian 3
  4. Yang Sebenarnya – bagian 4

BAB XVIII – BAYANGAN

  1. Bayangan

BAB XIX – PERANG DINGIN

  1. Perang Dingin – bagian 1
  2. Perang Dingin – bagian 2
  3. Perang Dingin – bagian 3
  4. Perang Dingin – bagian 4

BAB XX – RENUNGAN

  1. Renungan – bagian 1
  2. Renungan – bagian 2
  3. Renungan – bagian 3
  4. Renungan – bagian 4

BAB XXI – KEBERANIAN

  1. Keberanian – bagian 1
  2. Keberanian – bagian 2
  3. Keberanian – bagian 3

BAB XXII – TEMAN

  1. Teman – bagian 1
  2. Teman – bagian 2

Mini Gathering Penulis Elex Media #GathNovel (22 September 2015)

Comments 12 Standar

20150822_131115 (Copy)

Kali ini aku akan sharing pada kalian tentang acara Mini Gathering Penulis Elex yang kuikuti tanggal 22 Agustus 2015 kemarin.

Sempat jadi trending topic di Twitter lho! Coba cek yaa live tweet-nya dengan hashtag #GathNovel

Acara ini adalah semacam temu jumpa antara para penulis novel Elex (yang selama ini hanya kenal di dunia maya atau hanya baca bukunya aja) dengan editor-editor mereka, juga dengan kru lainnya dari Penerbit Elex Media.

Tidak hanya itu. Di acara ini, aku juga disuguhi pencerahan tentang berbagai hal menarik dari kacamata retail dan industri penerbitan; online bookstore sebagai partner para penulis dan pembaca (pengenalan Gramedia.com); serta hubungan kerjasama antara novelis, komunitas, retail dan publisher (melalui portal baru milik Elex Media yakni Elexmedia.id).

undangan gathering novel EMK

Sebagian konten seminarnya pernah kutulis di akun Twitter-ku @NayaCorath dalam #NayaKultwit hari Sabtu, tanggal 22 Agustus 2015 (oh ya, aku mengadakan #NayaKultwit dengan berbagai topik menarik setiap jam 8 malam lhoo.. makanya jangan lupa follow Twitterku ya!).

Isi dari kultwit itu sebagai berikut:

  1. Hari ini aku ikut #GathNovel di kantor @elexmedia, semacam mini gathering u 30 penulis #Elex. #NayaKultwit

  2. Selain temu jumpa antara penulis & editor #Elex, di #GathNovel ini kita dpt pencerahan ttg dunia retail buku dan penerbitan. #NayaKultwit

  3. Tahukah kamu? Buku yg bru dtg ditaruh di bagian “New Arrival” selama rentang display 1 bulan. #GathNovel #Elex #NayaKultwit

  4. Tahukah kamu? Buku2 yg ditaruh di bagian “Best Seller” juga punya waktu display satu bulan. #GathNovel #Elex #NayaKultwit

  5. Buku “Recommended” -> Penulisnya terkenal / Judul2 bukunya si penulis udh banyak / lagi Trending Topic. #GathNovel #Elex #NayaKultwit

  6. Buku2 lain dipajang di rak biasa maks 3 atau 4-6 bulan. Kalo gak laku, buku bakal di-retur ke penerbit. #GathNovel #Elex #NayaKultwit

  7. Jadi, 3 bulan pertama adl masa2 penting utk promosi. Kalo ga laku, setelah 3 bln ga ada lagi di toko buku. #NayaKultwit #GathNovel #Elex

  8. Teman2 mau beli buku, jgn terlalu lama dr waktu launching, u/ support penulis spy bukunya tdk di-retur. #GathNovel #Elex #NayaKultwit

  9. Toko buku selalu kedatangan ratusan judul baru tiap bulannya, mknya masa display buku sbelumnya cuma 3 bln. #GathNovel #Elex #NayaKultwit

  10. Lebih dr 3 bln, buku ditaruh di gudang. Klo kita cari di toko buku, out of stock. Pdahal ada tpi di-retur. #GathNovel #Elex #NayaKultwit

  11. Dan di gudang besarnya, ada banyak banget buku, yg nilainya turun drastis dan bisa2 dibakar. Hiks. 😭 #GathNovel #Elex #NayaKultwit

  12. Alternatif selling di toko buku, ada active selling, program sale khusus, talkshow. U/ningkatin penjualan. #GathNovel #Elex #NayaKultwit

  13. Active selling itu.. yg biasanya mba2 kasir suka nawarin buku, “Mau beli buku yg ini juga ngga mas?” #GathNovel #Elex #NayaKultwit

  14. Program display khusus, misalnya ky klo ada event2, Valentine, atau bundling tema2 tertentu. #GathNovel #Elex #NayaKultwit

  15. Talkshow dg penulis di toko buku jg sering diadain utk ningkatin penjualan. Mis talkshow @radityadika #GathNovel #Elex #NayaKultwit

  16. Selain lewat chanel distribusi Gramedia, buku2 #Elex juga didistribusikan di toko buku retail lain. #GathNovel #NayaKultwit

  17. Kontribusi sales di chanel lain ini juga cukup besar.. kira2 bisa 30% dr total penjualan. #GathNovel #Elex #NayaKultwit

  18. Selain itu, skrg juga sudah ada toko buku online yg bisa mewadahi penjualan buku2 lama. #GathNovel #Elex #NayaKultwit

  19. Jadi, buku2 yg di-retur tadi ada harapan utk bs dijual lgi, walau sudah tdk bs dipanjang di rak toko buku. #GathNovel #Elex #NayaKultwit

  20. Jadi teman-teman.. support penulis kalian ya dg cara lsgs beli buku2nya setelah launching! Okey? ;) #GathNovel #Elex #NayaKultwit

Nah.. Mulai dari sini, aku akan tulis penjelasannya sebanyak yang aku ingat, alright? Kalau ada bagian yang ketinggalan atau ada yang tidak kalian mengerti, langsung balas aja di bagian comment blog di bawah ini, yaa..? Nanti bisa langsung aku jawab dengan penjelasan yang lebih panjang.. :D

Here we go!

Acara sharing session ini dibagi menjadi tiga topik (bisa dilihat di gambar undangan di atas), yaitu:

  1. Retail & Publishing Industry Insight
  2. Online bookstore as author’s partner
  3. Let’s syncronize!

 

Retail & Publishing Industry Insight

Sesi ini adalah sesi sharing dari pihak toko buku Gramedia tentang apa yang mereka lihat dari penjualan sebuah buku dan bagaimana harapan mereka terhadap para penulis dalam industri penerbitan buku. (Pembicara: Mbak Indri dari Tb.Gramedia Pondok Gede dan Mas Yoyok dari Tb.Gramedia AEON)

Kultwit yang kutulis di atas..? Yup, kultwit itu membahas isi sesi ini.

20150822_100718 (Copy)

Mbak Indri mengawali dengan menampilkan Top 10 Books–Daftar Sepuluh Buku Terlaris di toko buku Gramedia pada bulan Juli 2015. Bisa lihat yah daftarnya? Yeaay! Nomer #1 nya Detective Conan. Favoritku! Hihihi. *jingkrak2

Lalu, mbak Indri melanjutkan dengan penjelasan.. apa sih yang disebut dengan NOVEL BESTSELLER itu? Gimana caranya supaya novel kita bisa bestseller?

20150822_101046 (Copy)

Kalau dilihat dari trend-nya, ternyata novel-novel bestseller itu rata-rata punya minimal salah satu dari lima elemen yang disebutkan berikut ini:

  1. Penulisnya sudah punya komunitas sendiri, atau memiliki banyak follower dan basis penggemar di sosial media, seperti Twitter, Instagram, dll;
  2. Buku yang diadaptasi jadi film atau sinetron juga biasanya langsung meledak jadi buku bestseller; (contohnya novel-novel Asma Nadia, Habiburahman El-Shirazy, Dee Dewi Lestari, dan buku biografinya mbak Alberthiene Endah)
  3. Penulisnya sudah pernah terkenal sebelumnya (biasanya memang dicari-cari penggemar yang sebelumnya) atau pernah bestseller dulu minimal sekali;
  4. Novel dari penulis yang karyanya sudah banyak; (contohnya Tere Liye)
  5. Novel yang ceritanya memang bagus;

Untuk yang poin nomor #5, ternyata tidak semua novel yang bagus itu laku di pasaran. Biasanya ini dialami oleh kebanyakan novel penulis pemula, padahal isinya bisa jadi sangat bagus. Oleh karena itu, berhubung faktor laku tidaknya buku di pasaran itu tidak cuma ditentukan oleh isinya saja, para penulis pun dihimbau untuk aktif mempromosikan karya-karyanya dan memiliki komunitas yang potensial untuk menjual karya-karyanya, karena itu akan meningkatkan peluang buku yang ditulis masuk ke dalam jajaran Best Seller di toko buku.

Lalu, apa sih definisi Best Seller bagi pihak toko buku Gramedia? 20150822_101332 (Copy)

Buku-buku bestseller yang ditata rapi di rak-rak “BESTSELLER” yang biasanya kita lihat di toko buku Gramedia itu, definisinya menurut pihak toko buku adalah buku-buku yang memiliki penjualan tertinggi berdasarkan value atau rupiah. Dengan kata lain, total akumulasi rupiah yang masuk ke kasir toko buku (bukan berapa jumlah bukunya).

Sebagai contoh, kalau buku A terjual sebanyak 100 eksemplar dan bernilai total Rp3.000.000, sedangkan buku B terjual sebanyak 50 eksemplar dan bernilai total Rp5.000.000, maka bagi toko buku, buku B-lah yang value-nya lebih tinggi daripada A dan lebih berpeluang masuk rak bestseller ketimbang buku A–walaupun A terjual lebih banyak.

Catatan Naya: Kalo gitu, nanti novelku kujual seharga 1 juta per buku aja kali yah..? Biar kejual lima tapi langsung masuk bestseller..Wkwkwk *tapi siapa yang mau beli xD

Pembahasan berikutnya yang tidak kalah menarik adalah tentang siklus buku di toko buku Gramedia.

20150822_101609 (Copy)

Buku-buku yang baru datang akan dipajang di rak “NEW ARRIVAL” dengan waktu display maksimal 1 bulan. Kalau ada di antara buku-buku ini yang ternyata memenuhi syarat BEST SELLER, maka buku yang beruntung tersebut akan di-naik-tahta-kan ke rak “BEST SELLER”, seperti pada gambar berikut.

20150822_101838 (Copy)

Di rak best seller ini, biasanya berisi 30-60 judul buku per floor display, dan waktu evaluasi displaynya juga sama, yaitu 1 bulan. Kalo 1 bulan berikutnya buku itu memenuhi syarat best seller lagi, dia akan terus nongkrong di sana. Kalau bulan berikutnya udah nggak best seller, maka buku itu akan dipindahkan ke rak biasa.

20150822_102148 (Copy)

Selain rak “BEST SELLER”, ada juga yang namanya rak “RECOMMENDED” (biasanya yang ada di display sisi samping rak sepanjang koridor utama, yang pertama kali kita liat pas lagi jalan-jalan nyari-nyari buku). Buku-buku yang dipanjang di rak ini biasanya dipertimbangkan berdasarkan tiga poin berikut:

  1. Penulisnya terkenal.
  2. Penulis yang judulnya sudah banyak.
  3. Buku yang lagi trending topic. (alias lagi hot dibahas)

Waktu display untuk rak “RECOMMENDED” ini adalah 1-3 bulan.

Lalu, bagaimana dengan buku-buku yang ada di rak-rak biasa?

20150822_102259 (Copy)

Pasca NEW ARRIVAL dan BEST SELLER, buku-buku yang nggak nongkrong di rak “NEW ARRIVAL” dan “BEST SELLER” lagi akan dipindahkan ke rak biasa. Waktu display untuk buku-buku ini adalah 3 sampai 4 atau 6 bulan.

Lalu, apa yang terjadi setelah 6 bulan? Dipindahkan ke mana lagi? Gudang.

Nah.. Di sinilah cerita sedihnya. Hiks. *air mata bombay*

Lewat dari 6 bulan, buku-buku yang tidak/kurang laku akan dikembalikan lagi ke pihak penerbit. Dengan kata lain, waktu maksimal kalian bisa melihat buku penulis idola kalian di nongkrong buku adalah hanya 6 BULAN saja setelah waktu launching buku pertama kali. Jadi, lebih dari 6 bulan, buku itu tidak akan ada lagi di toko buku.

Buku tersebut di-retur ke pihak penerbit dan ditaruh di gudang penerbit. Harga jualnya langsung jatuh dan lebih sulit didapatkan kembali/diakses oleh penulis maupun pembaca. Buat penulis yang tidak beruntung, bisa jadi ini adalah akhir dari masa hidup bukunya di dunia yang fana ini…. :'((

20150822_102803 (Copy)

Buku-buku yang menumpuk di gudang ini, somehow dibuatkan program-program penjualan khusus untuk menghabiskan stoknya, misalnya seperti program DISKON 50% atau CUCI GUDANG yang biasanya kalian lihat di mall-mall atau di pameran-pameran buku. Dan royalti untuk penulisnya juga tetap diambil dari 10-15% dari harga CUCI GUDANG ini (bukan dari harga buku awal), alias… kalau harga bukunya 40rb, harga cuci gudang 50%*40rb=20rb, maka royalti penulis cuma 10%*20rb=2 ribu perak per buku…. *kasihanilah hamba ya Tuhan :'((

Belum lagi harus dipotong pajak penghasilan 15% jadi 85%*2ribu perak = 1700 perak per buku. 

Huwaaa.. tegakah kalian membayar penulis yang kalian sayangi ini hanya 1700 perak untuk bukunya… :'(( *sakitnya tuh di sini, Mama.. *duitnya langsung habis buat beli tisu

Oh ya, hitung-hitungan royalti di atas tsb nggak ada dibahas di Mini Gathering Penulis Elex Media, itu catatanku dan curcolku aja hahaha.. Kalau kalian penasaran, pembahasan lebih lengkap tentang kecilnya apresiasi terhadap penulis di Indonesia bisa kalian baca di blognya mbak Triani Retno di TRIANIRETNO.COM.

Anyway, lanjut yang tadi..

Ada yang lebih sedih lagi daripada buku yang dijual di diskonan cuci gudang. Yaitu, buku yang nggak terjual (kira-kira dalam waktu evaluasi 1 tahun), ada kemungkinan akan dibakar.

*langsung meratap di pojokan*

*sunyi… senyap

(pingsan)

Okeh.. Sebelum aku tambah frustasi (wkwk), aku lanjutin dengan slide berikutnya ya. Ketika masih dalam masa aktif pajang buku di toko buku, ada beberapa cara lain yang dilakukan oleh pihak toko buku untuk meningkatkan penjualan buku-bukunya.

20150822_103000 (Copy)

Alternatif teknik penjualan tersebut antara lain:

  1. Active selling; (biasanya kayak pas mbak-mbak kasir suka nawarin, “Mas, mau beli buku yang ini juga nggak?” mbak kasirnya dapat insentif lho untuk setiap buku yang terjual lewat active selling..)
  2. Program display khusus (misalnya tema-tema tertentu, kayak Valentine, Ramadhan, dst..)
  3. Talkshow dengan penulis (misalnya talkshow dengan Andrea Hirata atau Raditya Dika di toko buku, dst..)

Bagaimana dengan trend penjualan buku-buku berjenis novel di toko buku Gramedia? Good news! Ternyata dari tahun ke tahun, trend-nya Nenaik terus! :D

20150822_104909 (Copy)

Begitu pula dengan trend penjualan novel dari Penerbit Elex Media.

20150822_104950 (Copy)

Selanjutnya, aku permisi ke toilet dan nyangkut di sana agak lama, karena keasyikan ngobrol sama salah satu penulis, mbak Erin – RENI ERINA, tentang komunitas penulis CK yang didirikannya. Ini adalah komunitas penulis dan belajar menulis yang sudah memiliki basis lebih dari 15.000 penulis tersebar di seluruh Nusantara. *eh bener kan ya mbak?

Ketika aku balik lagi ke ruangan, editor (Mbak Afrianti) dan prolis/marketing (Mbak Intan) Elex Media sekarang yang menjadi pembicara di depan. Aku kayaknya ketinggalan cukup banyak, tapi intinya mereka menganjurkan para penulis untuk aktif berkomunikasi dengan para pembaca mereka, disertai dengan tips-tips melakukan interaksi via sosial media.

20150822_113141 (Copy)

20150822_113213 (Copy)

20150822_113334 (Copy)

 

Online Bookstore As Author’s Partner

Sesi sharing yang kedua ini diisi oleh pihak Gramedia.com (Pembicara: Mas Lemon), yang membahas tentang kerjasama antara toko buku online dengan para penulis dalam hal penjualan buku-buku di dunia online.

Di sini dibahas tentang trend pasar pembeli online di Indonesia, yang semakin lama semakin menunjukkan potensi yang sangat besar.

20150822_114438 (Copy)

Catatan Naya: Emang bener sih.. Di Indonesia, dewasa ini masyarakat udah semakin terbiasa belanja online, dan udah mulai trust sama yang namanya belanja online. Kalau dulu kan kita masih banyak yang takut-takut.. Nah. Kalian sendiri gimana? Pernah belanja online, kan? Gimana rasanya? Mudah, kan? :D Bahkan menjamurnya aplikasi GoJek aja udah menunjukkan trend masyarakat mulai percaya dan bergantung pada kemajuan teknologi dan internet. :D

20150822_114526 (Copy)

Dalam lima tahun ke depan, online shop di Indonesia akan bertumbuh minimal 10 kali lipat daripada yang sekarang! WOWWW.

20150822_114617 (Copy)

Hasil riset online menunjukkan kalau 46% pembeli online cenderung akan membeli online lagi dalam 12 bulan ke depan. Di riset ini juga ditemukan bahwa 77% penjual online beralasan memilih menjual online karena ada sangat banyak orang yang membeli online. Bahkan, 46% orang Indonesia yang nggak pernah beli barang online seumur hidup aja, minimal bilang kalau mereka punya rencana pengen bisa beli barang online dalam 12 bulan ke depan.

Berikut ini contoh-contoh pemain toko online di Indonesia. Pasti sudah banyak yang kalian kenal, kan?

20150822_114624 (Copy)

Selanjutnya… Kita akan membahas toko buku online dari toko buku kesayangan kita. GRAMEDIA.COM

20150822_114651 (Copy2)

Ada beberapa slide yang menjelaskan tentang visi misi Gramedia.com ke depannya, karena sambil ngobrol sama tetangga, aku cuma sempat foto beberapa ini. Tapi cukup menjelaskan, kan? :D

20150822_114656 (Copy)

Gramedia.com memiliki target untuk menjadi toko buku online terbesar di Asia Tenggara, dengan jumlah koleksi barang yang dijual sebanyak lebih dari 100.000 item, dan lebih dari satu juta pengunjung setiap bulan. *mari kita doakan, aamiin ya Rabb :D

20150822_114751 (Copy)

Gramedia.com juga sedang menyiapkan warehouse/gudang sendiri. Mirip kayak Amazon.com yang juga punya gudang sendiri untuk barang-barang yang dijual online di website mereka. Serta ke depannya juga akan ada Call Center.

20150822_114917 (Copy)

Kalian bisa beli buku online di Gramedia.com ini. Banyak diskon, kadang-kadang di waktu-waktu tertentu juga ada potongan harga khusus.

20150822_115920 (Copy)

*btw.. ini kenapa aku jadi promosi terus yak..? Hehehe. Saya nggak dibayar untuk promosi kok, kak… :3

Intinya, rekan-rekan penulis bisa bekerjasama dengan toko buku online (khususnya Gramedia.com) untuk menyediakan buku-buku mereka agar bisa diakses oleh para pembacanya, dari seluruh penjuru Indonesia. Jadi, kalau misalnya di toko buku sudah tidak ada, atau males ke toko buku ribet pengen klak-klik langsung anter, kita bisa merekomendasikan buku kita untuk dibeli via e-bookstore/toko buku online.

Toko buku online ini juga adalah solusi bagi masalah yang tadi kita bahas di atas di sesi pertama, soal siklus hidup buku di toko buku fisik yang terlalu pendek (hanya 6 bulan). Jika buku dipajang di toko buku online, maka buku ini bisa diakses oleh pembeli dan pembaca selamanya (selama lagi ada stok), tidak lagi harus digusur oleh evolusi alam. :'((

Tidak ada lagi yang harus meratap di pojokan, atau jongkok cantik di samping lemari sambil nonton film Spongebob… :'((

Catatan Naya: Iya.. iya… ini lagi berusaha keras buat nulis serius. Ampun.

Oh ya, satu lagi. Ke depannya, Gramedia.com juga berencana untuk mengadakan program kerjasama dengan toko buku Gramedia. Jadi gini. Misalnya nih, kita lagi jalan-jalan di toko buku Gramedia, nyari novel ETERNAL FLAME karangan Naya Corath dkk, eh gak taunya dicari-cari gak ada… Nah, kita bisa request sama petugas toko buku Gramedia untuk pesan online, di situ, saat itu juga. Jadi, orang Gramedianya bakal buka aplikasi untuk mesan novel ETERNAL FLAME via Gramedia.com, kita bayar langsung ke kasir, dapet struk pembelian, nanti bukunya bisa kita ambil janjian misalnya mau diambil berapa hari lagi di situ. Atau bisa juga minta tolong diantar langsung ke rumah. Enak kan? Hehehe.

 

Let’s Synchronize!

Sesi ketiga ini diisi oleh tim teknis IT (Mas Yodha) dan marketing (Mas Edgar) dari Penerbit Elex Media, yang menjelaskan tenang pentingnya website Elexmedia.id bagi rekan-rekan pembaca dan penulis.

Tunggu dulu. Apa itu Elexmedia.id?

Picture1

Elexmedia.id adalah portal baru miliki Elex Media yang menyajikan daftar informasi terbaru tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Elex Media. Buku-buku terbaru? Komik keluaran terbaru? Penulis-penulis Elex? Forum-forum ngobrol dengan penulis-penulis Elex? Baca tulisannya penulis Elex? Kalian bisa lakukan itu semua di website ini.. Gratis! (malah ada hadiahnya, buat yang berhasil ngumpulin poin, bisa ditukar sama merchandise tertentu)

Secara umum, fitur-fitur di website ini adalah penggabungan dari kekuatan sosial media (iya, kalian bisa update status di sana, add friend, dkk) dan kekuatan forum dan komunitas (bisa ngobrol di thread, di grup-grup), juga kekuatan informasi (menampilkan berita-berita terbaru tentang dunia buku di penerbit Elex Media).

Jadi, jangan lupa daftar dan berpartisipasi di portal ini ya! Terbuka untuk umum, baik pembaca maupun penulis, gratis.. Ya, gratis. Mau ditulis berapa kali lagi soal gratis? Hehehe. :P

Honestly, aku nggak banyak foto-foto layar presentasi di sesi ini, karena kebanyakan moto selfie sama moto-motoin orang-orang yang duduk di belakangku. (iya, aku duduk paling depan)

20150822_121801 (Copy)

Aku udah daftar lho! Kalian daftar juga yaa…. Jangan lupa add aku as friend kalian yaah, aku temannya baru 9 nih.. hiks….. :'(

Picture2

Buat teman-teman pembaca novel blog seri Friday’s Spot: JULIE LIGHT & KELAS PRANCIS, di portal ini aku juga mem-publish teaser dari novelku berikutnya….. Prekuel dari Friday’s Spot Julie Light dan Kelas Prancis.

Alias.. ini terjadi sebelum Julie bersekolah di Nimberland.. SEBELUM Julie ketemu sama The Lady Witches dan Richard!

Yup!

Ini novel yang setting-nya kubikin ketika Julie Light masih SMP, di Springbutter Middle School. Ada Jessie dan Kayla, tenang aja. Hehehe. Mereka kan sahabatan  dari SMP. Di novel ini aku juga akan lebih lepas menuliskan kebadungan-kebadungan Julie di masa SMP-nya, yang jelas-jelas lebih parah daripada jaman SMA di Nimberland. Penasaran? Penasaran? Coba intip di ElexMedia.id yaa.

Emm. Oh ya. Bahkan teaser itu nggak aku publish di blog ini lho. Cuman di website Elexmedia.id aja…. Kalian gak akan temukan di tempat lain. (kenapa yah? aku juga gak tau.)

Silakan baca di sini yah! FRIDAY’S SPOT: PENGACAU DI SPRINGBUTTER

Picture3

Prekuel dari dunia Friday’s Spot: Julie Light dan Kelas Prancis

Oke. Sekian dulu postinganku kali ini. Last but not the least, aku mau pamer foto bareng editorku dan tim penulis kesayanganku di novel ETERNAL FLAME.

20150822_131631 (Copy)

Dan pamer dapet buku “Wedding Rush” dari Elex Media, bukunya penulis novel bestseller Jenny Thalia Faurine, yang pas banget duduk di belakangku, trus langsung aku minta tanda tangan dan foto barengnya, hehehe..

20150822_140513 (Copy)

Kalian tahu kan aku tinggi? (eh, tau nggak ya? hehehe).. Ini pertama kalinya aku harus foto setengah jongkok sama Jenny untuk mengimbangi tinggi mereka berdua…

*oknum –> Kristina Yovita dan Nurisya Febrianti.

20150822_140641 (Copy)

Oh ya, ulasan tentang acara Mini Gathering Penulis Elex Media ini juga ditulis oleh Nurisya Febrianti di blognya, dengan perspektifnya yang pasti beda dari aku.. Hehehe.. Dia bakal membahas beberapa hal di belakang layar yang tidak aku bahas di blog ini. Yuk, klik dan baca tulisannya di sini! 

Review ini juga ditulis oleh penulis novel Arumi E. di blognya (duduk dua baris di belakangku di acara Mini Gathering ini).. Yuk, klik dan baca tulisannya di sini! 

Kesimpulan utama yang bisa kuambil dari mini gathering ini adalah sebagai berikut:

  1. Ternyata banyak banget rekan penulis yang bahkan belum pernah tatap muka sama editornya (baru kenal saat itu juga).
  2. Apalagi dengan sesama rekan penulis, lebih belum pernah lagi. Misalnya, aku kenal Pretty Wuisan cukup lama di dunia maya, tapi baru kali itu ketemu langsung dan akhirnya ngobrol panjang setelah sesi seminar berakhir.
  3. Teman-teman, kalau kalian sayang sama penulis kalian, mohon support mereka yaa dengan cara langsung membeli buku mereka yang baru launching, saat itu juga. Jangan tunggu besok, bulan depan, dua bulan lagi, apalagi tahun depan. Hiks. Tanpa dukungan kalian, buku itu akan langsung menghilang dari peredaran. Maksimal 6 bulan. Bisa jadi cuma 3 bulan bertahan di toko buku. Jadi, jangan ditunda-tunda yah.. :'((( *sedih
  4. Penulis harus aktif berkomunikasi dengan basis pembacanya dan membina hubungan baik. Penulis yang rajin berpromosi memiliki pengaruh yang sangat besar bagi penjualan buku-buku mereka di pasaran.
  5. Penulis, pembaca, pihak penerbit, toko buku, dan retail.. Kita semua bisa saling bekerjasama membangkitkan dunia buku dan dunia baca di Indonesia. Kita harus saling support, saling mendukung, gak boleh pelit, saling mempromosikan, saling ngobrol, sharing-sharing.. Pokoknya jangan pelit yaa.. Hehehe. Ini aja di blog-ku udah berapa oknum nih yang aku promosiin gratis.. Wkwkwk. xD
  6. Bersama-sama kita bisa berjuang mencapai Indonesia cerdas yang lebih bahagia. HIDUP MEMBACA!!! DAN MENULIS!!!!
  7. Overall, ini acara keren banget. Salut buat panitianyaa.. teman-teman dari Elex Media. Sangat bermanfaat banget, banget, banget dan super menyenangkan! *maaf saya agak alay ^^x.. Harapan dari kita semua, semoga acara keren ini bisa diadain sering-sering yaa… ^_^ *aamiiiinn

Sekian dan terima kasih.

 

CATATAN AKHIR NAYA: Teman-teman, aku mohon komentarnya yaa untuk setiap postingan yang kulakukan. Apakah kalian suka? Apakah bermanfaat? Apakah ada yang perlu diperbaiki dari tulisanku? Aku ingin tahu apa yang kalian pikirkan. :D Apakah ada pertanyaan? Apakah tulisanku terlalu panjang/terlalu pendek? Apakah terlalu banyak gambar? Biarkan aku tahu, supaya aku tambah semangat menulis lagi untuk kalian.. Okeyy? Hehehe. Terima kasih! ^_^

[GUEST POST] Mengenal Penyakit Lupus

Comments 2 Standar

Ini adalah guest post dari Nurisya Febrianti, penulis antologi cerpen Buku Oryzaee, pencinta drama Korea, sekaligus pembuat review anime-anime Jepang. Aku bekerjasama dengan Nui dan tiga penulis novel Elex Media dalam proyek novel romance ETERNAL FLAME.

giphy-facebook_s

Copyright by its original owner. (not me!)

Halo! Perkenalkan aku Nurisya Febrianti ^_^

Rekan mba Naya di dunia tulis-menulis yang sama-sama nulis NOVEL ETERNAL FLAME terbitan Elex Media Computindo bareng 3 cewek keren lainnya. Honestly, aku bingung gimana bikin pembukaannya, soooo salam kenal! *kabur sebelum dilempar tomat*

Beberapa hari yang lalu Mba Nay ‘nodong’ teman-teman penulis NOVEL ETERNAL FLAME ini buat bikin blog post. Katanya bebas, tapi aku nggak bisa berkoar soal anime or drama Korea karena itu nggak ada hubungannya sama novel keroyokan kita hehehe jadi, mengikuti saran Naya-sensei yang sudah sangat berpengalaman di field ini, aku milih buat bagi sedikit info soal Lupus.

Apa sih LUPUS itu? Novel karya Hilman Hariwijaya ya?

Bukan!

To be honest, aku bahkan belum pernah baca. Maklum, aku bukan anak #generasi90 hehehe KTP juga baru megang satu tahun *ini curhat, abaikan saja*

So, balik lagi ke topik. Lupus yang aku maksudkan adalah salah satu penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel tubuh sendiri. Penyakit Lupus ini mengakibatkan peradangan dan kerusakan jaringan. Paling umum mempengaruhi kulit, sendi, ginjal, jantung, dan pembuluh darah penderitanya.

Ada 2 penyebab PENYAKIT LUPUS, yakni;

  1. Faktor Internal.
    Disebabkan oleh faktor genetika. Karena itu, penyakit lupus sering diidentikkan dengan penyakit turunan. Fakta menunjukkan bahwa penyakit lupus akan lebih berisiko diidap oleh orang dari beberapa ras, seperti Ras Amerika Afrika, Latin, Ras Asia Pasifik.
  2. Faktor Eksternal.
    Faktor ini terkait dengan gaya hidup dan kondisi manusia. Misalnya, stress berlebihan, penggunaan obat antibiotik seperti amoxilin dan ampicilin, atau sinar ultraviolet matahari dan lampu.

Ada 5 jenis Lupus. Dan jenis yang aku pilih untuk diselami adalah Lupus Eritematosus Sistemik. Alasan aku pilih itu adalah karena jenis ini punya kemungkinan paling kecil untuk terkena efek ruam-ruam pada wajah penderitanya, yang menjadi ciri khas dari penyakit Lupus. Yah, karena biar bagaimanapun, aku masih ABG labil yang nggak rela kalau tokohnya nggak sedap dipandang #doubleplaaak.

Di bawah ini contoh gambar dari ruam akibat PENYAKIT LUPUS, Butterfly Rash :

Copyright by its original owner. (not me!)

Copyright by its original owner. (not me!)

Kebayang kan bakal seserem apa penampakannya? No offense, but we talk about fiction. Ini dunia mimpi dan berhubung mimpinya punyaku, maka pilihanku adalah memilih jenis Lupus yang lebih aman dari risiko terkena ruam itu.

Penyakit Lupus adalah salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Paling banyak menyerang penderitanya pada usia 15-45 tahun. Sebenarnya aku nggak niat ngambil penyakit ini di awal diskusi kelompok dulu. Aku maunya anemia aja, yang gampang dan nggak mematikan. Karena salah satu kebiasaanku adalah malas riset! *dijitak seluruh anggota grup*

Tapiiii karena dapat mandat dari Ketua a.k.a Mba Kristina Yovita (K.Y), akhirnya aku pun menyelami penyakit Lupus ini. Jangan tanya gimana proses risetnya, karena dokter yang kutanya aja melambaikan tangan pada kamera.. XD

Nah, kalian penasaran kan gimana kehidupan salah satu tokoh di NOVEL ETERNAL FLAME yang mengidap penyakit ini?

Apa ‘dia’ bisa bertahan? Apa ‘dia’ akan menemukan cinta sejatinya dan hidup bahagia selama-lamanya..?

Okay, daripada aku makin lebay lalu naik tingkat jadi alay, lebih baik aku undur diri. Terima kasih sudah membaca postingan nano-nano ini. Semoga Mba Nay akan membiarkan aku menulis postingan lain terkait tokoh kesayanganku ini huhuhu aku mau menceritakan tentang dirinya~~ #tsaaah

Buat yang mau ngerusuh lebih jauh sama aku, entah soal novel/film/drama/anime bisa contact aku di

FB : Nurisya Febrianti atau
Twitter dan Instagram : nuifebrianti atau
Blog pribadiku : justwrite-nui.blogspot.com

Kebetulan, aku bakal bikin review soal drama Mask, yang dibintangi oleh Joo Ji Hoon dan Soo Ae. Genrenya melodrama dan ceritanya sudah pasti berpusat pada money-money-money~

photo595990

Copyright by its original owner. (not me!)

Ini mah drama ahjumma!

Iya, bener! Makanya agak syok kan aku bisa suka? Secara kemarin baru guling-guling karena nonton School 2015 : Who Are You tiba-tiba banting setir ke drama gituan. Yah, sodara-sodara, inilah salah satu efek dari kelamaan mojok di rumah. Dan jones. *oke abaikan yang terakhir* Soal penyakitnya di drama Mask ada, yaitu OCD (Obsessive Compulsive Disorder). Nggak nyambung sama Lupus sih, tapi ya sudahlah, yang mau tahu lengkapnya soal penyakit Lupus baca di NOVEL ETERNAL FLAME aja nanti ya! :D

Alasan aku tertarik sama drama Mask, karena… Joo Ji Hoon ganteng seiring berjalannya cerita wkwkwk eh itu mah emang takdir pemeran utama ya? Enggak, pokoknya yang mau tahu meluncur aja ke blogku ya : justwrite-nui.blogspot.com

Kamsahamnidaaaa ^_^

 

Catatan Naya: Gambar LUPUS yang di sini bikin aku merinding disko. Pas aku googling gambar lain dan muncul hasil pencariannya, aku langsung pingsan. +_+ Wew. Serem-serem banget ternyata x(( Anyway… Thanks a lot Nui! Maybe next time bisa isi guest blog di sini tentang anime dan drama Korea *yeaay! asiik… :D Oh ya.. Kalau kalian suka postingan ini, biasakan jangan lupa komen yaa. Semoga bermanfaat! :D

[GUEST POST] 4 Tipe Kepribadian – Sanguin, Koleris, Melankolis, Plegmatis

Comments 14 Standar

Ini adalah guest post dari Kristina Yovita, penulis PortalNovel.com sekaligus editor, juga aktif sebagai penulis berbagai novel Google Play dari penerbit Buku Oryzaee. Aku bekerjasama dengan mbak K.Y dan tiga penulis novel Elex Media dalam proyek novel romance ETERNAL FLAME.

Copyright by its original owner. (not me)

Copyright by its original owner. (not me!)

Hai, gw Kristina Yovita, salam kenal.

Gw anggota grup penulis novel ETERNAL FLAME (lima penulis : gw, Naya, Nuri, Susi dan Dian) yang novelnya nantinya bakal di-launching sekitar bulan Agustus.

Ini kesempatan langka, gw boleh nampang di sini, makasi Nayaaaa ^^

Gw bingung mau ngomongin apa, jadi gw mau cerita aja sekilas suka dukanya nulis barengan. Eh nggak ding, kalo suka dukanya entar aja ngebahasnya. Gw mau ngomongin tentang hal yang lagi menarik perhatian gw: MACAM-MACAM KARAKTER DASAR MANUSIA

Kenapa gw tertarik sama ini? Nggak tahulahhh, sama kayak kenapa gw harus jatuh cinta sama dia… Gw nggak tahu alasannya. #tsaaa

Gini, setelah gw baca beberapa artikel di Google, ada 4 macam karakter dasar manusia, yakni :

  1. Sanguin → dijuluki si “Populer” karena pandai persuasif dan ingin terkenal.
  2. Koleris → dijuluki si “Kuat” karena sering dominan dan kompetitif.
  3. Melankolis → dijuluki si “Sempurna” karena perfeksionis dan serba teratur.
  4. Plegmatis → dijuluki si “Cinta Damai” karena kesetiaannya dan menghindari konflik.

Empat karakter ini nggak bisa dibilang mana yang lebih bagus, mana yang lebih jelek. Masing-masing karakter punya kelebihan dan kekurangan. Dan setiap manusia memiliki lebih dari satu karakter. Misalnya, si A, karakternya perpaduan Koleris-Melankolis, namun cenderung kuat di koleris. Si B, karakternya perpaduan Sanguinis-Plegmatis, dsb. Bahkan ada yang perpaduan empat karakter, namun tetap hanya satu karakter aja yang dominan.

Ayo kita intip rangkuman kekuatan dan kelemahan setiap setiap karakter.

SANGUIN

Copyright by its original owner. (not me!)

Copyright by its original owner. (not me!)

Kekuatan :

  • Suka bicara.
  • Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif.
  • Antusias dan ekspresif.
  • Ceria dan penuh rasa ingin tahu.
  • Hidup di masa sekarang.
  • Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan).
  • Berhati tulus dan kekanak-kanakan.
  • Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara).
  • Umumnya hebat di permukaan.
  • Mudah berteman dan menyukai orang lain.
  • Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian.
  • Menyenangkan dan dicemburui orang lain.
  • Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam).
  • Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan.
  • Menyukai hal-hal yang spontan.

Kelemahan :

  • Suara dan tertawa yang keras (bahkan terlalu keras).
  • Membesar-besarkan suatu hal / kejadian.
  • Susah untuk diam.
  • Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka ikutan Gank).
  • Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele.
  • RKP (Rentang Konsentrasi Pendek) alias pelupa.
  • Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias).
  • Mudah berubah-ubah.
  • Susah datang tepat waktu jam kantor.
  • Prioritas kegiatan kacau.
  • Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas.
  • Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya.
  • Egoistis alias suka mementingkan diri sendiri.
  • Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yang sama.
  • Konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”.

 

KOLERIS

Copyright by its original owner. (not me!)

Copyright by its original owner. (not me!)

Kekuatan :

  • Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif.
  • Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan.
  • Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target.
  • Bebas dan mandiri.
  • Berani menghadapi tantangan dan masalah.
  • “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”.
  • Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat.
  • Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas.
  • Membuat dan menentukan tujuan.
  • Terdorong oleh tantangan dan tantangan.
  • Tidak begitu perlu teman.
  • Mau memimpin dan mengorganisasi.
  • Biasanya benar dan punya visi ke depan.
  • Unggul dalam keadaan darurat.

Kelemahan :

  • Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis).
  • Senang memerintah.
  • Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai.
  • Menyukai kontroversi dan pertengkaran.
  • Terlalu kaku dan kuat/ keras.
  • Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik.
  • Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci.
  • Sering membuat keputusan tergesa-gesa.
  • Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain.
  • Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan.
  • Workaholics (cinta mati dengan pekerjaan).
  • Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf.
  • Mungkin selalu benar tetapi tidak populer.

 

MELANKOLIS

melankolis

Copyright by its original owner. (not me!)

Kekuatan :

  • Analitis, mendalam, dan penuh pikiran.
  • Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal.
  • Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis).
  • Sensitif.
  • Mau mengorbankan diri dan idealis.
  • Standar tinggi dan perfeksionis.
  • Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi).
  • Hemat.
  • Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif).
  • Kalau sudah mulai, dituntaskan.
  • Berteman dengan hati-hati.
  • Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
  • Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi.
  • Sangat memperhatikan orang lain.

Kelemahan :

  • Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan).
  • Mengingat yang negatif & pendendam.
  • Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah.
  • Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan.
  • Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah.
  • Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan.
  • Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan.
  • Hidup berdasarkan definisi.
  • Sulit bersosialisasi (cenderung pilih-pilih).
  • Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya.
  • Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang).
  • Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian).
  • Memerlukan persetujuan.

 

PLEGMATIS

Copyright by its original owner. (not me!)

Copyright by its original owner. (not me!)

Kekuatan :

  • Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh.
  • Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik.
  • Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana.
  • Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi).
  • Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi.
  • Penengah masalah yg baik.
  • Cenderung berusaha menemukan cara termudah.
  • Baik di bawah tekanan.
  • Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan.
  • Rasa humor yg tajam.
  • Senang melihat dan mengawasi.
  • Berbelaskasihan dan peduli.
  • Mudah diajak rukun dan damai.

Kelemahan :

  • Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru.
  • Takut dan khawatir.
  • Menghindari konflik dan tanggung jawab.
  • Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar).
  • Terlalu pemalu dan pendiam.
  • Humor kering dan mengejek (Sarkatis).
  • Kurang berorientasi pada tujuan.
  • Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri.
  • Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat.
  • Tidak senang didesak-desak.
  • Menunda-nunda / menggantungkan masalah.

 

Hayoooo, lo-lo udah bisa ngebaca “kira-kira gw nih karakternya yang mana sih?”

Kalo gw, menurut Sandra temen gw, gw punya karakter Koleris yang kuat. Gw pikir bener juga, dan sedikit Sanguin dan Plegmatis.

Kalo Naya, hmmm, mungkin dia kuat di karakter Sanguin. Bener nggak Nay?*

Tentang karakter ini bisa lo liat juga di novel romance berjudul ETERNAL FLAME yang gw tulis bareng Naya dan tiga tim penulis novel Elex Media tahun ini.

Ini spoiler-nya :

ARRENDO: dominan Melankolis.

DIMAS: dominan Korelis.
CLARA: dominan Sanguin.
NURMALITA: dominan Melankolis.

SATRIA: dominan Plegmatis.
RENA: dominan Melankolis.

Siapa mereka? Penasaran..? Baca novelnya, ya! ;)
>>lihat Behind The Scene-nya di sini.

Ok, lain kali gw mau ngomongin tentang suka duka nulis keroyokan. Stay tune!

 

Catatan Naya: Hahaha… Aku dominan plegmatis melankolis mbak. Banyak juga orang yang ngira aku dominan ekstrovert, padahal aku justru introvert yang bangga dan super kepedean.. Hihihi. Setuju. Menurutku mbak K.Y itu dominan Koleris, alias berbakat memimpin eh mengintimidasi (*kaburr). Ditunggu guest blog berikutnya, ya! ;) *langsung lari terbirit-birit. Kalau kalian suka, biasakan jangan lupa komen yaa. Hehehe. Semoga bermanfaat! :D

22 – Teman (2)

Comments 22 Standar

Nick bersedekap.

Julie belum datang juga. Padahal Mr.Kennedy sudah berada di ruang Kelas Musik hari ini–dan Nick yang hampa ini, tidak bisa membayangkan sehari pun dunianya di Kelas Musik tanpa kehadiran Julie.

Ia menyisir rambut hitam belah tengahnya dengan jari-jemarinya yang panjang.

“Jadi, hari ini kita akan membawakan parodi. Pilih anggota kelompokmu berisi 4-5 orang, pilih lagu kalian, dan hibur aku hari ini, anak-anak,” kata Mr.Kennedy dengan suaranya yang menyala.

“Parodi LAGI??” Respon beberapa siswa yang mengeluh panjang.

“Ya, PARODI LAGI,” tukas Mr.Kennedy dengan gaya dibuat-buat. “Apa Anda keberatan, Tuan-tuan dan Nyonya-Nyonya? Anda bisa melaporkan surat keberatan Anda pada guru Musik yang bertugas hari ini–yang mana aku yakin dia memiliki kewenangan tak terbatas untuk menentukan apa pun topik pelajaran yang dia mau, ini nomornya 03822211..”

Mr.Kennedy menepuk dahinya sendiri.

“.. Tunggu, tunggu dulu. Itu nomorku. Kenapa nomorku bisa ada di sana? Wah! Ternyata guru Musik itu aku! See?”

Dengan gayanya yang khas, kedua tangan Mr.Kennedy menari-nari dan melambai setiap kali ia berbicara, seperti kebiasaan seorang konduktor orkestra yang terbawa dari lahir.

“Di mana Julie?”

Mr.Kennedy mendelik ke arah Nick, kemudian menyapu pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Julie tidak ditemukan di mana pun.

Semua orang kini ikut-ikutan memandang ke arah Nick–seolah-olah dia pacarnya Julie atau semacamnya. Entah kenapa. Padahal gadis itu, melihat bulu hidungnya yang legendaris saja sudah menahan muntah.

“Aku juga menanyakan pertanyaan yang sama, Sir,” tukas Nick dengan napas pendek. “Kurasa dia terlambat lagi.”

Julie adalah murid kesayangan Mr.Kennedy sejak awal semester. Walaupun suaranya pas-pasan dan hampir selalu keluar tempo, tapi penampilan Julie selalu memukau guru Musik mereka, tak peduli betapa pun anehnya hal apa pun yang dinyanyikan oleh gadis itu.

Kalimat yang sepele yang diucapkan orang normal dengan normal pun, entah kenapa bisa terdengar luar biasa menggelikan jika Julie yang mengucapkannya.

“Ya sudahlah,” kata Mr.Kennedy, tampak kecewa.

Mr.Kennedy lalu bertepuk tangan dengan keras untuk memberikan isyarat pada seluruh siswa untuk memulai tugas mereka.

“Tiga puluh menit dari sekarang! Durasi pendek saja, tidak usah panjang, Gentlemen! Ingat apa yang aku ajarkan minggu lalu? Praktik! Kalo tidak ada elemen-elemen yang pernah kuajarkan, tidak ada nilai A, mengerti? Aku sangat baik hati hari ini, maka izinkanlah aku memberi nilai A untuk kalian semua. Please? Mulai!”

Dalam sekejap, kelas menjadi rusuh karena para siswa mulai mencari partner kelompok Musik mereka.

“Nick, apa kau akan sekelompok dengan Julie lagi jika dia datang?” tanya Clara suatu ketika. Nick mengangguk. Clara menarik garis bibir dengan masam.

“Ada masalah?” kata Nick.

Clara menggeleng.

“Tidak–hanya saja, kupikir sebaiknya kau mencari teman baru, Nick. Aku hanya kasihan dengan Jessie, kalau sampai ternyata antara kau dan Julie juga–” Clara tidak melanjutkan kata-katanya.

Nick tahu apa maksudnya. Pasti ini soal Richard dan Cathy.

“Jadi kau mau sekelompok Musik denganku atau tidak?” kata Nick tanpa menghiraukan pernyataan Clara tadi.

“Mau, tapi–”

“Kalau mau, aku ingin ada Julie di kelompokku. Aku tidak menerima negosiasi. Dan satu lagi. Julie, tidak seburuk yang Anda bayangkan, Nona.”

Nick meniru gaya santai yang dilakukan Mr.Kennedy tadi dan bersikap cuek seperti tidak terjadi apa-apa. Ia memanggil Rom dan Daniel, yang membalas lambaian tangannya dengan seringai lebar.

“Aku sudah dapat dua personel untuk kelompokku,” kata Nick pada Clara. “Nah, hanya tinggal satu kursi lagi yang tersisa. Kalau kau mau, ini kesempatan terakhirmu. Kalau tidak juga tidak apa-apa. Dengan Julie, kelompok kami pas berempat.”

Clara menggigit bibirnya. “Tapi Julie kan belum datang–”

Nick memotong cepat, memanggil dari kejauhan.

“Hey, Felton, kau mau ikut kelompokku?” Kata Nick sambil melambai. Clara menarik tangan anak laki-laki itu dengan wajah panik. “Oke, oke! Nick! Aku masuk.”

Dua menit kemudian, mereka sudah duduk melingkar di atas bangku yang mereka susun. Clara sudah menyiapkan kertas dan pulpen, menyerahkannya pada Nick.

“Kenapa kau menyerahkannya padaku?” tanya Nick.

“Karena kau ketua kelompok, Nick,” sambut Daniel dan Rom sambil tertawa. Clara tersenyum-senyum sendiri.

“Sejak kapan aku jadi ketua kelompok?” celetuk Nick.

Ketiga anak itu tak mendengarkan keluhannya, sehingga Nick terpaksa meraih kertas dan pulpen itu. Nick mendesah panjang. Panjang sekali. Selama beberapa puluh detik berikutnya, ia hanya menatap kertas itu dalam kesunyian. Dan ia mendesah sekali lagi. Ini bagian yang paling sulit.

“Rom, tolong beri aku ide.”

Rom menggaruk-garuk kepalanya, memberikan usulan agar kelompok mereka membawakan Metallica. Clara menolak mentah-mentah, sementara Daniel menyarankan untuk memparodikan Linkin Park. Clara semakin mengamuk, tapi Daniel bilang dia hanya mau memainkan melodinya saja, liriknya urusan Clara.

“Ha–ah, kalian ini menyedihkan,” keluh Nick sambil mengusap panjang wajahnya. Otaknya berputar-putar mencari ide, tapi untuk sebuah pertunjukan spektakuler yang biasanya ia mainkan, ia butuh satu personel lagi yang paling berbakat di antara mereka semua.

Sepertinya Nick tak perlu menunggu terlalu lama untuk frustasi, karena tak berapa lama kemudian, terdengar ketukan pelan dari pintu kelas mereka. Setelah gagang pintu ditarik ke bawah, sebuah kepala bulat berambut pirang panjang menjulur aneh di celah pintu.

“Siang,” kata Julie.

Nick mendongak gembira, seperti anak anjing yang menyambut pulang majikannya. Ia mengayunkan tangan kanannya dengan gerakan memutar, untuk menarik perhatian Julie ke arah tempat kelompok mereka duduk.

“Ms.Light. Masuk,” kata Mr.Kennedy. “Segera pilih kelompokmu. Ya, hari ini parodi lagi. Penampilan kesukaanku. Kau tentunya ingin bergabung dengan Mr.White, kan?”

Nick melihat sekeliling. Entah kenapa, tidak ada yang terlalu peduli akan kedatangan Julie. Julie tak terlalu mendapat banyak perhatian saat berada di Kelas Musik hari ini. Biasanya mereka selalu antusias setiap melihat Julie di dalam kelas, tapi sejak kejadian minggu lalu tampaknya hanya beberapa orang saja yang tertarik padanya.

Bahkan Rom dan Daniel pun tak seantusias biasanya.

“Hai Julie,” kata mereka datar.

Julie tersenyum hanya tipis saja.

Nick mengetahui dari Jessie kalau Julie sedang bersedih karena masalah yang menimpa mereka. Ia memikirkan sesuatu untuk membuat gadis itu bersemangat kembali.

“Jadi, Julie—” seringai Nick. “Lagu apa yang akan kita bawakan hari ini?”

“Entahlah,” kata Julie malas. “Terserah kau saja.”

Nick berpikir sejenak. Ada tiga orang lain di tim mereka—Daniel, Rom, dan Clara. Daniel dan Rom spesialis melodi dan perkusi. Clara penyanyi Sopran yang piawai, salah satu yang terbaik di klub Paduan Suara Nimber. Mereka adalah musisi yang handal di kelas, kombinasi yang paling menarik, namun ada lagi yang lebih menarik. Nick menoleh ke arah Julie dengan senyum terbuka.

Nick merasa ini adalah kesempatan emas untuk memulihkan kepercayaan orang-orang pada gadis yang sedang bersedih itu. Gadis itu pantas mendapatkannya.

“Buatkan aku sebuah lirik,” kata Nick kemudian. “Ini parodi lagi. Aku akan membuatkan komposisi musiknya. Seperti biasa.”

“Apa yang harus kutulis?” tanya Julie.

“Terserah,” kata Nick sambil bersenandung.

“Tentang apa?”

Nick mengangkat bahunya sambil tersenyum miring.

Julie menanyakan pertanyaan yang sama pada ketiga orang lainnya, tapi mereka tak terlalu bergairah menjawab. Clara bahkan tak henti-hentinya menengok ke arah kelompok lain.

Gadis itu akhirnya menghela napas.

“Baiklah, baiklah. Tapi jangan salahkan aku kalau aku menghancurkan mood kalian,” kata Julie dengan pasrah. “Kurasa aku sangat berbakat menghancurkan segalanya akhir-akhir ini.”

Ia mengambil secarik kertas dan menulis sembarangan.

“Sudah selesai,” kata Julie. Ia mendorong kertas itu dan pulpennya ke arah mereka.

Do You Wanna Build A Snowman. FROZEN.”

Nick mendengar judul lagu itu dengan antusias. Ia mengambil kertas yang tadi ditulisi Julie dan membacanya.

Ia tertawa keras-keras.

Ketiga orang lain memandangnya dengan penasaran, ingin tahu apa yang ditulis Julie di kertas itu. Daniel, Rom, dan Clara mengambil kertas itu dari tangan Nick dan membacanya.

Mereka tertawa meledak.

“Kau hebat, Julie.” Clara menyunggingkan senyumnya.

Nick sudah menduga ini akan terjadi. Tak peduli seberapa pun siswa-siswa Nimber kehilangan gairah mereka akan Julie, gadis itu pasti akan kembali menarik perhatian mereka dengan pesonanya.

Mereka membawakannya di depan kelas. Awalnya, tidak ada yang bereaksi saat tim mereka memperkenalkan diri. Tapi saat Nick memulai parodinya dengan petikan gitarnya yang profesional, mereka mulai tersihir.

Terutama saat Julie mulai membuka suaranya.

JULIE: [1]
Do you wanna eat potato?
Better than tomato
Potato chips is the best, in toaster it is fresh
tomato melts away

I’m so hungry I could die
I can’t think or sing
I’m dumb and I don’t know why 

Seisi kelas langsung riuh seperti petasan. Kata-kata yang diucapkan Julie begitu tidak masuk akal, hingga akhirnya ingatan akan penampilan-penampilan aneh Julie minggu-minggu sebelumnya segera meluncur cepat ke kepala mereka.

Nick berusaha mati-matian berkonsentrasi pada permainan gitarnya.

Do you wanna eat potato?
It’s really better than tomato..

okay, bye

Beberapa orang mulai menahan merah di muka mereka saat Julie mengakhiri nyanyiannya. Ekspresi Julie masih sama lugunya ketika menatap Clara dengan wajah polos.

“Itu bukan lagunya, Julie,” kata Clara sambil berakting. “Biar kuajarkan lagu yang sebenarnya.”

Nick, Rom, dan Daniel mulai berimprovisasi lagi.

CLARA:[2]
Do you wanna school in Nimber?
It’s the real song we have to sing
You will learn many things in this place, education is the best
Now get out of your nest

Come on let’s go in hurry
‘Cause I know you’re not
Or you could lose brighter sky..

Suara Clara terdengar merdu. Semua yang mendengarkan mereka sangat terpukau. Sampai akhirnya Julie menjawab percakapannya.

JULIE: [3]
Do you wanna eat potato? (no!)

It’s our lunch in Nimber’s cafetaria 
(not like that, Julie!)
Okay, bye 

Julie kemudian menyanyikan kelanjutannya sebagai pemeran utama menggantikan Clara, dengan suaranya yang pas-pasan dan tempo berlarian. Tidak ada yang peduli kecuali pada apa yang dinyanyikannya, ekspresinya dan gaya bicaranya.

JULIE: [4]

Alright, it’s about Nimber
Well, I don’t think so, I don’t know..
You’re right many things in this place, education is the best
With one cardiac arrest

M.Wandolf is scary
He asks me to French
His bald head will shine so bright..

Anak-anak tertawa lagi. Julie menghentikan lagunya sesaat dengan penuh penghayatan. Bahkan Mr.Kennedy tak kuasa membayangkan kilap di kepala guru Kelas Prancis itu, yang memang berkilau-kilau di ruang guru.

Tak lama kemudian, Julie dan Clara berduet, Clara mengisi suara dua. Nick menaikkan nada dasarnya, mempercepat tempo permainannya. Rom dan Daniel mengiringi dengan sangat cekatan.

JULIE & CLARA: [5]

Mr.Kennedy in Music Class
He never let you make a mess
He asks weird questions to you in flash, breaks your brain in a crash
He won’t care for the rest (never care for the rest)

Julie bernyanyi sendirian.

JULIE: [6]

If we can live in Hawaii
And release birds’ poo
We can have a better sky (WHAT?)

Clara menatap Julie sambil berkacak pinggang.

Wait, wait.. Julie
Birds’ p-poo? 

Julie menyengir.

JULIE & CLARA: [7]

Yeah.. It’s brilliant idea, right? A new invention, you like it? (NO!)
I like it (I DON’T)
What a better sky than a smelly jelly white and grey one? (EVERY NORMAL SKY, JULIE)
Or.. Maybe we can really make clouds from chicken’s poo. (DON’T DISTURB THE SONG)
Okay, I will change the song

Nick’s nose hair is overdue, and it is smelly, too
I wanna go away (JULIE!!)

Saat Julie membawakan bagian percakapan reff yang terakhir, seisi kelas kembali tertawa.

Gerakan kikuk Julie dan rasa jijiknya saat melihat bulu hidung Nick yang saat itu memang sedang berkibar-kibar membuat semua orang sakit perut kegelian. Mereka bertepuk tangan penuh semangat, teringat kembali pada lagu “Bulu Hidung Nick Bukanlah Kacang Panjang” yang pernah menjadi hits di Kelas Musik mereka beberapa bulan yang lalu.

Setelah beberapa bait selanjutnya yang semakin mengundang tawa, Julie melanjutkan lirik berikutnya, yang tidak ia tulis di kertas tadi. Tidak ada yang menyangka bahwa lagu itu masih berlanjut, bahkan Nick sendiri.

Gadis itu mengulangi lirik asli dari lagu tersebut, tanpa iringan musik, menyanyikannya dengan sangat pelan.

JULIE: [8]

Do you wanna build a snowman
Come on let’s go and play
I never see them anymore, come out the door
It’s like they’re gone away

We used to be best buddies
And now we’re not
What am I gonna do?

Seisi kelas terdiam. Mereka tahu benar, Julie sedang membicarakan siapa.

Nick tak bisa menggambarkan betapa sunyinya ruang kelas itu. Ia tak pernah melihat Julie seperti ini.

Tak lama kemudian, Julie tersenyum dan memberikan isyarat pada teman-teman sekelompoknya. Nick mengangguk. Mereka bernyanyi dan bermain musik lagi, seperti ending yang sudah mereka rencanakan tadi.

JULIE & CLARA: [9]

We make fun of our teachers
We’re gonna get absolute A plus 

Thank you, byee~

Kelas itu akhirnya bertepuk tangan sangat meriah.

Kepiawaian Nick, Daniel, dan Rom dalam bermain instrumen membuat penampilan kocak mereka menjadi semakin mengagumkan. Julie dan Clara berpegangan tangan lalu membungkuk dengan hormat, mengakhiri pertunjukan mereka dengan salam.

Pertunjukan mereka benar-benar disukai oleh semua orang.

“Kerja yang bagus, Julie!” kata Clara sambil mengajak high five setelah kelompok mereka selesai tampil. “Maafkan aku karena sikapku yang buruk padamu sebelumnya. Kuharap kita bisa tetap menjadi teman.”

Julie menyengir. “Memang kita teman, kan?”

“Sudah kuduga, kau akan melakukannya, Julie,” kata Nick. “Kau seorang natural. Kau membuat semua orang sakit perut tanpa perlu kau rencanakan. Itu sudah tercetak di cetakan darahmu.”

Julie menatapnya. “Berbakat badut sirkus, maksudmu?”

Nick terkikih.

“Kurasa otakmu korslet,” kata Nick sambil merapikan gitarnya. “Tapi tak apa, itu yang aku suka darimu. Tapi jangan bawa-bawa bulu hidungku lagi ya.”

Setelah penampilan mereka berakhir, mereka menghabiskan sisa jam Kelas Musik itu dengan perasaan lebih cerah. Nick diam-diam merasa bangga pada dirinya sendiri, ia berhasil membuat Julie tertawa kembali. Gadis itu terlihat lebih riang sekarang, kekonyolannya yang dulu akhirnya sudah mulai kembali seperti semula.

Beberapa siswa tertawa lepas saat Mr.Kennedy mengatakan akan memberikan A+ pada kelompok Julie dan kawan-kawan, Julie malah meminta program subsidi silang untuk mendongkrak nilai Kelas Prancisnya. Mereka benar-benar menyukainya, seolah telah lupa dengan ketidaksukaan mereka pada gadis itu beberapa waktu yang lalu.

Nick yakin, Jessie dan Kayla pasti akan senang mendengar kabar ini.

Dengan optimisme yang sama, Nick memutuskan untuk mengajak Julie pergi ke Kalle Expo sore itu, setelah Kelas Musik berakhir. Ayahnya menyelenggarakan pameran patung selama beberapa hari terakhir ini, yang Nick pikir mungkin akan menyegarkan pikiran gadis-gadis itu setelah melewati minggu yang melelahkan.

“Tidak bisa, Nick,” tolak Julie. “Kau saja pergi dengan Jessie dan Kayla. Aku harus menemui Jerry.”

“Kau yakin?” tanya Nick. “Di antara semua gadis, justru kau-lah harusnya mendapat liburan, Julie. Melihat patung Michael Angelo tiruan atau seni patung tak berbentuk mungkin bisa membuat pikiranmu lebih rileks lagi. Ayolah. Jerry bisa menunggu.”

Julie menggeleng.

“Aku sudah berjanji,” kata Julie. “Kau tahu, Nick. Aku sudah memperburuk semuanya. Aku tidak ingin semakin memperburuknya lagi. Kalau ada kesempatan bagiku untuk mengembalikan semuanya lagi seperti semula, aku akan melakukannya demi itu.”

Nick mengkerut masam.

“Kau menyukai Jerry, ya?”

Julie menjawab cepat. “Jangan macam-macam.”

Nick mencibir. Ia memang tidak berkata apa-apa, tapi alis matanya yang tegak naik-turun jelas-jelas menunjukkan kalau ia meragukan pernyataan itu. Julie melotot.

“Tidak,” kata Julie, mempertegas jawabannya. “Aku tidak pernah menyukainya.”

“Memang kuharap tidak.”

Nick menyengir penuh arti. Tuhan tahu benar siapa yang ia harapkan untuk disukai Julie dan itu selalu diusahakannya diam-diam. Termasuk menyugesti dan mensabotase isi pikiran Jessie selama ini agar merestui hubungan dua orang itu–Richard dan Julie. Siapa pun harusnya tahu Richard tidak pernah cocok dengan Cathy.

“Baiklah kalau begitu. Good luck,” Nick menyemangati. “Aku tahu kau bisa melakukannya dengan baik, Julie. Semua akan baik-baik saja.”

Julie balas tersenyum. Tapi dalam sekejap senyuman itu langsung menghilang, digantikan oleh seringai jijik yang berfokus pada satu titik di wajah anak laki-laki itu. Seuntai bulu hidung Nick menjuntai dari lubang hidungnya yang besar.

“Errgh. Sinting.” Julie menggeram rendah.

Nick tertawa. Ia mengorek hidungnya tepat di depan gadis itu, dan menunjukkan salah satu bulu hidungnya. Gadis itu menendangnya dengan kesal. Nick mengaduh.

“Nick,” kata Julie ragu-ragu. “Hari ini kau tidak menemani—orang itu?”

Nick tersenyum.

“RICHARD?” kata Nick, langsung menyebutkan nama itu tanpa berbasa-basi. Julie menyengir terpaksa. Nick menggeleng pelan. “Tidak. Sore ini Richard mengunjungi pamannya. Lagipula, aku tidak mungkin bisa mengajak dia berjalan beriringan bersama kalian, kan?”

Gadis itu menyengir pahit.

Yeah.

“Julie, sebelum kau pergi,” kata Nick suatu ketika. Wajahnya terlihat lebih serius daripada biasanya. “Aku tahu Jessie sangat membenci Richard sekarang. Kayla juga. Cathy, Cassandra, Lucy–hmph, mungkin semua orang sekarang membencinya. Bahkan kau–aku yakin adalah yang paling punya alasan untuk marah padanya saat ini.”

Nick menatap lekat.

“Aku ingin kau tahu kalau Richard tidak seburuk itu. Dia orang yang baik, dia sedang melakukan sesuatu untuk kalian. Meskipun yaah, dia juga punya kekurangan dan kebodohan. Tapi–yaah, itulah. Dia manusia biasa, Julie. Aku harap kau mau memaafkannya.”

Julie menelan ludahnya dengan kaku. Sampai akhirnya ia membuka suara dengan pelan dan serak. “Yeah.”

Mereka akhirnya berpisah di ujung tangga, sementara Nick turun dan Julie naik ke lantai atas menuju ruang klub koran sekolah.

***

[1]

Apa kau mau makan kentang?
Lebih enak daripada tomat
Kripik kentang itu enak, di pemanggang roti rasanya segar
Sementara tomat meleleh

Aku sangat lapar hampir mati
Tidak bisa berpikir atau bernyanyi
Aku bodoh dan aku tak tahu kenapa

[2]

Apa kau mau sekolah di Nimber?
Itu lagu yang seharusnya kita nyanyikan
Kau bisa belajar banyak hal di tempat ini, pendidikan di sini yang terbaik
Sekarang keluarlah dari sarangmu

Ayo cepat kita ke sana
Karena aku tahu kamu selalu terlambat
Kalau tidak kamu bisa kehilangan langit yang lebih cerah

[3]

Apa kau mau makan kentang? (tidak!)

Itu menu makan siang kita di kafetaria Nimber 
(bukan seperti itu liriknya, Julie!)
Oke, dagh

[4]

Baiklah, ini tentang Nimber
Well, kayaknya sih, aku tak tahulah..
Kau benar banyak hal di tempat ini, pendidikan yang terbaik
Dengan bonus serangan jantung

M.Wandolf mengerikan
Dia menyuruhku berbahasa Prancis
Kepala botaknya bersinar sangat terang..

[5]

Mr.Kennedy di Kelas Musik
Dia tidak bakal membiarkan kalian berbuat kekacauan
Dia suka bertanya pertanyaan aneh tiba-tiba, merusak otakmu dalam kecelakaan maut
Dia tidak peduli hal yang lainnya (tidak peduli hal yang lainnya)

[6]

Kalau kita bisa tinggal di Hawai
Dan melepaskan kotoran-kotoran burung di sana
Kita bisa punya langit yang lebih indah (APA?)

[7]

Yeah.. Itu ide brilian, kan? Penemuan terbaru, kau suka? (TIDAK!)
Aku suka (AKU TIDAK)
Langit apa yang lebih indah daripada langit putih abu-abu berbau kenyal-kenyal yang kuciptakan tadi? (LANGIT NORMAL, JULIE)
Atau.. Mungkin kita memang bisa bikin awan dari tai ayam. (JANGAN RUSAK LAGUNYA, JULIE)
Oke, aku akan mengganti lagunya

Bulu hidung Nick sangat panjang, dan bau juga

Aku ingin pergi menghindarinya (JULIE!!)

[8]

Apa kau ingin membuat boneka salju?
Ayo kita keluar dan bermain bersama
Aku tidak pernah melihat mereka lagi, keluar dari pintu itu
Rasanya seperti mereka menghilang dari hidupku

Kami dulu adalah sahabat terbaik
Dan sekarang tidak lagi
Apa yang harus kulakukan?

[9]

Kita membuat lelucon tentang guru-guru kita
Kita bakal mendapat nilai absolut A plus

Terima kasih, daagh~

22 – Teman

Comments 24 Standar

Julie menghabiskan makan siangnya dalam diam. Bahkan ketika Jessie mengajaknya bercanda soal rambut palsu Ms.Watson, ia hanya tersenyum sedikit.

Kayla merasakan perubahan yang kentara ini, tapi tak mampu berbuat banyak untuk mencerahkan perasaan Julie. Ia mengingatkan Julie untuk lebih sabar dan tenang–bahwa masalah ini akan segera berlalu, tapi gadis itu hanya termenung sambil memandang Cathy dan Cassandra dari kejauhan, bersama teman-teman baru mereka.

Dalam perjalanan menuju ke kelas, Julie akhirnya menceritakan tentang kejadian kemarin sore pada Jessie dan Kayla. Tentang pertemuannya dengan Richard.

“Kemarin aku menemui Richard,” kata Julie akhirnya.

Ini pertama kalinya ia berterusterang pada mereka terhadap peristiwa-peristiwa yang biasanya hanya ia rahasiakan.

Jessie dan Kayla terkejut, menghentikan langkah mereka.

“Apa?”

“Aku memintanya kembali pada Cathy, tapi dia menolak,” lanjutnya dengan suara parau. “Dia marah. Sangat marah. Dia meninggalkanku begitu saja. Kurasa aku semakin merusak semuanya.”

Julie terdiam, menghela napas.

“Kau meminta Richard kembali pada Cathy? Kenapa kau–” Jessie mengerang. “Argh! Kenapa kau sangat idiot?”

“Aku tahu,” Julie menunduk lemah. Ia tidak ingin mendebat Jessie lagi. Kali ini Jessie memang benar. Ia memang merasa sangat, sangat tolol.

Tak lama kemudian, ia juga menceritakan tentang Richard yang menemui beberapa gadis kelas dua belas selama beberapa hari terakhir. Dan soal pendapat Jerry tentang Richard.

“Aku juga melihatnya,” kata Kayla. “Aku tak tahu kenapa dia melakukan itu, tapi kurasa tindakanmu menemui Richard sudah benar, Julie. Aku sendiri tak pernah punya kesempatan mendekatinya. Dia selalu menghindariku. Sama seperti Cathy dan Cassandra.”

“Memang brengsek si Richard itu,” Jessie meradang. “Mentang-mentang dia tampan lalu seenaknya memperlakukanmu seperti ini. Dan–jangan sebut-sebut nama dua orang Ratu Drama itu lagi, Kay. Aku sudah sangat muak dengan kelakuan bodoh mereka.”

“Apa lagi yang kau bicarakan dengan Richard?”

“Tidak banyak,” kata Julie, memalingkan muka. “Hanya soal kenapa dia menyukaiku dan berbuat semua kebodohan ini. Sejujurnya, aku tak begitu mengerti apa yang ia ucapkan. Dia–” suaranya melemah, “Dia–sangat marah.”

Kayla menatap tajam.

“Apa kau menyukai Richard, Julie?”

Julie terdiam sejenak, lalu menggeleng. Gadis itu masih sama keras kepalanya seperti saat Kayla pertama kali mengenalnya.

“Julie.”

Julie menutup rahangnya rapat, seakan seluruh partikel tubuhnya berubah menjadi batu.

“Aku ingin kau mempercayai kami sebagai sahabatmu, Julie, bukan hanya sebagai teman bersenang-senang saja. Aku ingin kau jujur padaku.” Kayla menggenggam tangan Julie dengan erat.

Julie menggigit bibirnya. Satu-satunya yang masih belum bisa ia utarakan pada teman-temannya adalah soal perasaannya yang sebenarnya pada Richard. Ada satu bagian di ruang hatinya yang masih menolak kenyataan itu. Segala gejolak yang asing dan tidak wajar ini membuatnya merasa benar-benar tidak mengerti akan apa yang terjadi pada dirinya sendiri.

“Tidak,” kata Julie, menarik tangannya, menyangsikan kebenaran itu dengan wajah kaku.

Kayla mengangguk paham.

“Baiklah. Jika saatnya nanti kau sudah siap, katakanlah yang sejujurnya pada kami. Aku tidak akan memaksamu lagi. Aku tahu semua ini sangat baru untukmu, Julie. Semua kejadian ini. Tapi kita akan melaluinya bersama-sama. Kami akan selalu menemanimu.”

Kayla lalu menghiburnya dengan kata-kata yang menyenangkan, berusaha membuatnya merasa lebih baik dengan mata hitam Asianya yang menenangkan. Jessie akhirnya berhasil membuat Julie tertawa setelah menunjukkan jerawat gendut di balik poninya, mengingatkan Julie akan hari pertama mereka bersekolah di Nimberland. Mereka saling berangkulan lagi, tidak peduli betapa terlambatnya mereka masuk ke kelas siang itu.

Julie sangat jarang bersikap sentimentil, tapi kali itu ia menyatakan dengan haru bahwa ia merasa beruntung memiliki sahabat-sahabat yang sangat baik seperti mereka berdua. Percakapan mereka berakhir saat mereka berpencar memasuki kelas masing-masing.

***

 BACA SELANJUTNYA >>

[BEHIND THE SCENE] Novel Eternal Flame

Comments 10 Standar

11742807_1615858625321920_8766650737236796461_n

Seperti yang aku pernah publikasikan di akun sosial media-ku Facebook Page – NAYACORATH dan Twitter – @NAYACORATH, dalam waktu dekat insya Allah kalau segalanya berjalan lancar, aku akan meluncurkan novel perdanaku yang berjudul “ETERNAL FLAME”

Yup. Bulan Agustus tahun ini. Bulan depan. 2015.


Tanya: “Kakak kan penulis blog novel? Apa ini artinya kakak gak nulis novel di blog lagi?
Jawab: Tenang… Masih kok. Selama NAYACORATH.COM masih ada, aku bakal selalu nulis cerita-cerita baru di blog-ku. Gratis? Iya, gratis. Jadi sering-sering main dan baca gratis ya ke sini. Hehehe..”

Tanya: “Lho.. Kok bukan novel Julie Light aja kak yang dibukuin..?”
Jawab: “Nggak.. Aku belum pengen.”

Tanya: “Kenapa belum pengen, kak?”
Jawab: “Kenapa yah..? Hehehe. Belum pengen aja..”


Novel ini adalah novel kolaborasiku dengan 4 orang penulis novel Elex Media Komputindo, dengan tema lagu dan cinta. Apakah ini novel antologi / kumpulan cerita? Bukan. Ini adalah novel dengan satu cerita besar, yang ditulis bersama-sama oleh 5 orang.

Dan uniknya.. Lima-limanya memiliki gaya penulisan berbeda! Ini yang buatku menarik dan sangat menantang. Kalian akan bisa melihat bagaimana kolaborasi 5 orang yang berbeda dapat menjadi satu kesatuan yang utuh membentuk beberapa kisah romantis yang mengguncang perasaan dalam satu benang biru yang sama.

Kalian tahu gaya tulisanku, kan? Hehehe. Dalam novel Eternal Flame ini, aku akan menulis dengan gaya yang lebih lokal dan dewasa. Aku sedapat mungkin tidak memasukkan celetukan-celetukan konyol Julie Light di sini, dan gaya tulisanku akan lebih romantis daripada biasanya. Kalian tahu benar kalau aku jarang memasukkan unsur romantis ke dalam novel blog Julie Light dan Kelas Prancis, iya kan? Hehehe… Kali ini aku mencoba untuk menambah kadar romantisme itu dalam nuansa novel lokal.

Pengen lihat gimana jadinya?

Tunggu bulan Agustus, ya! :D


Aku bertemu dengan 4 orang penulis hebat ini dalam sebuah acara workshop dan gathering penulis novel Elex Media Komputindo beberapa bulan yang lalu. Siapa sajakah mereka?

Kristina Yovita (K.Y)

Penulis sekaligus koki jago masak yang sudah menerbitkan banyak novel dan cerita-cerita pendek. Penulis PortalNovel.com sekaligus editor, juga aktif sebagai penulis berbagai novel Google Play dari penerbit Buku Oryzaee. (Blog pribadi Kristina Yovita)

2015-07-27_08.06.10[1]

Lihat blog post Kristina Yovita di Nayacorath.com

Dian Novianti (Dheean Rheean)

Penulis sekaligus dosen yang sudah menerbitkan banyak novel dan cerpen remaja. Puluhan karyanya telah diterbitkan di majalah Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Kawanku, dan GADIS.

2015-07-27_08.05.21[1]

Lihat blog post Dian Novianti di Nayacorath.com -> minggu depan ya!

Nurisya Febrianti

Penulis antologi cerpen Buku Oryzaee dan saat ini menjalani aktivitas sebagai mahasiswa jurusan Informatika di Bina Sarana Informatika. (Blog pribadi Nurisya Febrianti)

2015-07-27_08.04.40[1]

Lihat blog post Nurisya Febrianti di Nayacorath.com -> minggu depan ya!

Susi Lestari

Aktivis kampus yang aktif di forum penulis kampus dan mahasiswa jurusan Politik dan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Semarang.

2015-07-27 08.07.15

Lihat blog post Susi Lestari di Nayacorath.com -> minggu depan ya!


Tanya: “Umm.. Kak. Eternal Flame itu novel tentang apa yah…?”

Ini salah satu cuplikan sinopsisnya:

“Arrendo Farid Al-Rizal adalah seorang guru musik berusia 26 tahun yang menutup diri setelah kematian kekasihnya, Sophia Dewi Anggraini. Bahkan hingga tiga tahun berlalu, Arrendo belum menemukan kerelaan untuk melepas Sophia. Hanya menghabiskan hari-harinya dengan bermain biola di Stasiun Bekasi, menunggu Sophia untuk datang kembali padanya.

Lalu, apa yang tersisa untuk Arrendo perjuangkan ketika hatinya bahkan tak lagi memiliki cinta?”

Tidak hanya itu, novel ini juga diramaikan oleh konflik hubungan Dimas-Clara dan kisah cinta segitiga antara Rena-Satria-Anisa. Penuh dengan gejolak emosi, kesedihan, kebahagiaan, dan tentunya kisah-kisah yang terpisah di antara mereka adalah kesatuan unik yang tidak terpisahkan dari cerita besar novel Eternal Flame itu sendiri, yang mana akan menari indah dalam melodi cinta yang tidak terduga-duga, dimainkan oleh Arrendo Farid Al-Rizal, Sang Violist.

Nanti tebak ya, aku nulis cerita yang mana..? Hehehe. :P

Ini dia trailer-nya!


Tanya: “Umm.. Kak. Ini postingan behind the scene-nya mana yah..? Dari tadi promosi doang..”

Hehehe..

Ini dia behind the scene-nya!

d

Setelah buku ini launching, foto-foto kalian yang terpilih dari akun sosial media-ku Facebook Page – NAYACORATH dan Twitter – @NAYACORATH, bisa jadi akan aku pajang juga di blog NayaCorath.com ini. Aku senang berinteraksi dengan pembaca-pembacaku. Aku senang kalau kalian bisa memberikan masukan, komentar, atau pendapat tentang kegiatanku sebagai penulis. :D

Ya. Nanti ada kuis dan giveaway juga kok, jadi kalian bisa dapat novel ini gratis, gratis, gratis. Ikuti terus update-nya di  Facebook Page – NAYACORATH dan Twitter – @NAYACORATH yaa….! Biasanya aku kasih hashtag #EternalFlame.

Nah.. Sampai bulan depan!

Ditunggu ya! :D